Harga Cabai Rawit di Bekasi Sempat Tembus Rp100 Ribu per Kg, Pemkab Siapkan Operasi Pasar
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Forkopimda melakukan sidak harga bahan pokok di Pasar Tambun.
INFO CIKARANG – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bekasi mengalami kenaikan cukup signifikan sejak awal Ramadan.
Di Pasar Tambun, harga komoditas tersebut bahkan sudah menyentuh Rp100.000 per kilogram.
Lonjakan harga itu terungkap saat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Tambun untuk memantau kondisi harga bahan pokok.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia serta memantau langsung pergerakan harga selama bulan Ramadan.
“Kami melihat langsung apa saja barang-barang yang memang naik atau melonjak atau barang-barang yang langka. Tapi kalau tadi saya tanya langsung ke pedagang, barang-barang aman, terkendali,” ujar Asep dalam keterangannya dikutip Senin, (9/3/2026).
Selain cabai rawit merah, beberapa bahan pokok lain juga dilaporkan mengalami kenaikan harga.
Komoditas seperti gula, daging, hingga telur turut mengalami penyesuaian harga sejak memasuki bulan puasa.
Meski begitu, Asep menegaskan kenaikan harga tersebut lebih disebabkan oleh peningkatan permintaan masyarakat selama Ramadan, bukan karena terbatasnya pasokan barang di pasar.
“Ini memang karena kebutuhan bulan Ramadan. Jadi harga semakin ke sini mendekati Idul Fitri, pasti barang naik. Tapi kalau barang ada semua. Bukan barang yang langka, tapi barang yang ada,” jelasnya.
Sebagai langkah untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan operasi pasar murah.
Program tersebut direncanakan akan digelar pada 12 Maret 2026 sebagai upaya menekan lonjakan harga di pasar tradisional.
“Kami sudah siapkan operasi pasar untuk mengendalikan harga di pasaran,” tutup Asep.
Pemerintah daerah berharap melalui langkah tersebut harga bahan pokok dapat tetap terkendali sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar