Rp176 Miliar THR ASN Bekasi Siap Cair, Jadi Motor Perputaran Ekonomi Jelang Lebaran 1447 Hijriah
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

THR ASN Bekasi 2026 senilai Rp176 miliar siap cair menjelang Lebaran 1447 H. Alokasi Rp102 miliar untuk PNS dan Rp74 miliar bagi PPPK.
INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan kesiapan anggaran tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan total nilai mencapai Rp176 miliar.
Dana tersebut dijadwalkan cair menjelang Lebaran 1447 Hijriah dan diproyeksikan memberi dorongan signifikan terhadap perputaran ekonomi daerah.
Asisten Administrasi Umum III Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Iis Sandra Yanti, menyampaikan bahwa anggaran THR telah dialokasikan dalam APBD Tahun Anggaran berjalan.
Saat ini, pemerintah daerah hanya tinggal menunggu regulasi teknis dari pemerintah pusat sebagai dasar pencairan.
“Ada kami alokasikan untuk PNS dan PPPK. Anggarannya sudah tersedia di APBD dan siap dicairkan sesuai ketentuan,” ujar Iis dalam keterangannya dikutip Kamis (5/3/2026).
Secara rinci, sebanyak 12.056 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bekasi akan menerima THR dengan total alokasi sekitar Rp102 miliar.
Sementara itu, 13.398 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mendapatkan alokasi sekitar Rp74 miliar. Dengan komposisi tersebut, lebih dari 25 ribu ASN akan menerima pencairan THR hampir bersamaan.
Menurut Iis, pencadangan anggaran telah direncanakan secara matang sehingga tidak mengganggu program prioritas pembangunan daerah. Seluruh proses administrasi juga akan dijalankan secara tertib dan akuntabel.
“Kami tinggal menunggu regulasi teknis dari pusat sebagai dasar pelaksanaan. Prosesnya akan kami pastikan berjalan transparan dan tepat waktu,” tegasnya.
Dari sisi ekonomi, pencairan THR ASN dalam jumlah besar dinilai berpotensi memberikan efek berganda bagi sektor riil.
Momentum Ramadhan dan Idulfitri kerap diiringi lonjakan belanja kebutuhan pokok, sandang, transportasi, hingga jasa pariwisata lokal.
UMKM, pasar tradisional, pedagang kaki lima, hingga pusat perbelanjaan modern diperkirakan menjadi pihak yang paling merasakan dampak peningkatan daya beli tersebut.
“Perputaran uangnya tentu akan terasa di masyarakat, khususnya menjelang Lebaran,” kata Iis.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar