Seluruh Korban Longsor Bantar Gebang Ditemukan, Total 7 Orang Meninggal Dunia
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 5 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Tim SAR mengevakuasi korban longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang setelah operasi pencarian melibatkan ratusan personel dan alat berat.
INFO CIKARANG — Tim pencarian akhirnya menemukan seluruh korban dalam peristiwa longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang.
Operasi pencarian resmi ditutup setelah korban terakhir berhasil dievakuasi pada Senin (9/3/2026) malam.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa korban terakhir ditemukan sekitar pukul 23.30 WIB.
“Pukul 23.30 WIB, Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban yang teridentifikasi bernama Riki Supriadi (L/40) dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi menuju RS Polri Kramat Jati,” ujar Desiana dalam keterangannya dikutip, Selasa (10/3/2026).
Dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi longsor ini tercatat sebanyak tujuh orang.
Sementara itu, enam orang lainnya berhasil selamat dari peristiwa tersebut.
“Pukul 00.00 WIB dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang, maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” lanjutnya.
Ratusan Personel Dikerahkan
Dalam proses pencarian korban longsor di TPST Bantargebang, tim SAR mengerahkan ratusan personel gabungan. Total sebanyak 336 petugas diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Selain personel gabungan, operasi pencarian juga melibatkan anjing pelacak K9 serta sejumlah alat berat untuk membantu proses pengangkatan material sampah.
Dari hasil operasi tersebut, enam orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Mereka diketahui bernama Budiman, Johan, Safifudin, Dofir, Ato, dan Slamet.
Sementara itu, tujuh korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi di antaranya Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, Jussova Situmorang, Hardianto, serta Riki Supriadi.
Pemerintah Siapkan Penanganan Sampah Bantar Gebang
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa persoalan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi jangka panjang dalam penanganan sampah.
“Jadi hal yang berkaitan dengan Bantar Gebang, ini yang segera akan diselesaikan oleh Pemerintah Jakarta, dengan Pemerintah Pusat dan Danantara, terutama untuk menjadi tempat pembangkit listrik tenaga sampah,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.
Selain itu, pemerintah juga berencana membangun fasilitas pengolahan sampah baru di kawasan Bantar Gebang guna mengurangi risiko penumpukan sampah yang berpotensi memicu longsor.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar