Sisa Sedikit Lagi, Jalan Tanggul Kong Isah Tambun Utara Ditargetkan Jadi Akses Tembus Sukawangi
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pembangunan jalan tanggul Kong Isah di Tambun Utara tinggal menyisakan kurang lebih 200 meter lagi.
INFO CIKARANG — Harapan warga Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, untuk memiliki jalur alternatif bebas banjir kian mendekati kenyataan.
Pembangunan jalan tanggul Kong Isah di Desa Sriamur kini hanya tersisa sekitar 200 meter, sebelum benar-benar tersambung ke wilayah Kecamatan Sukawangi.
Camat Tambun Utara Najmuddin menyebut, penyelesaian ruas jalan tersebut telah diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan menjadi salah satu fokus prioritas kecamatan.
“Tinggal ujungnya saja. Kurang lebih 200 meter lagi supaya bisa tembus,” kata Najmuddin dalam keterangannya dikutip Selasa (10/2/2026).
Jalan tanggul Kong Isah bukan sekadar akses penghubung antarwilayah. Jalur ini selama ini berperan penting sebagai lintasan darurat warga ketika banjir, terutama saat debit air Kali Bekasi dan Kali CBL meningkat.
Najmuddin menjelaskan, kondisi banjir di Sriamur memang mulai berkurang setelah dilakukan penurapan. Namun keberadaan jalan tanggul tetap krusial sebagai jalur evakuasi dan mobilitas warga.
“Kalau air meluap, jalan tanggul ini jadi satu-satunya akses yang bisa dilewati,” ujarnya.
Proyek ini sempat terhambat karena adanya anggapan jalan bersinggungan dengan kawasan perumahan.
Namun pihak kecamatan menegaskan bahwa jalan tanggul merupakan fasilitas umum, bukan akses eksklusif perumahan.
Najmuddin berharap sisa jalan dapat segera dicor tahun ini agar konektivitas dari Sriamur–Srimukti hingga Sukawangi benar-benar tersambung tanpa putus.
Secara keseluruhan, panjang jalan tanggul Kong Isah mencapai sekitar tiga kilometer. Sebagian besar ruas telah selesai dibangun, menyisakan beberapa titik di bagian ujung yang belum tersentuh pengerjaan.
Jika rampung, jalur ini diyakini mampu mempercepat mobilitas warga, mengurangi ketergantungan pada jalan utama, serta menjadi solusi saat terjadi banjir musiman.
Warga Sriamur, Nandar, mengaku penyelesaian jalan tersebut sudah lama dinantikan masyarakat.
“Tinggal sedikit lagi. Kalau sampai tembus Sukawangi, sangat membantu warga, apalagi kalau banjir,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan jalan tanggul bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut akses kerja, usaha, dan keselamatan warga.
“Mudah-mudahan tahun ini benar-benar beres. Sayang kalau tertunda lagi,” pungkasnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar