Biawak Beranak Pinak di Got Perumahan Tambun Selatan, Warga Mulai Khawatir Populasinya Bertambah
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 29 Okt 2026
- comment 0 komentar

Sejumlah biawak terlihat berada di got sebuah perumahan di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Keberadaannya disebut semakin banyak setelah mulai beranak pinak dan membuat warga mempertanyakan potensi bahayanya.
INFO CIKARANG – Keberadaan biawak di sekitar permukiman warga kembali menjadi perhatian. Kali ini, sejumlah biawak terlihat berada di dalam got sebuah perumahan di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Bukan hanya satu ekor, biawak tersebut disebut mulai beranak pinak sehingga populasinya terlihat semakin banyak.
Kondisi itu membuat warga mempertanyakan apakah keberadaan biawak dalam jumlah besar di sekitar permukiman dapat membahayakan lingkungan dan penghuni rumah.
Momen tersebut dibagikan melalui media sosial oleh akun Threads @gayatrichindy. Dalam unggahannya, ia menunjukkan keberadaan biawak yang berada di sekitar saluran air perumahan.
“Ini di got perumahan ku! Makin beranak cucu loh, menurut kalian berbahaya atau tidak kalau populasinya bertambah ?😅” tulis akun tersebut.
Keberadaan biawak di saluran air atau area permukiman sebenarnya bukan fenomena yang sepenuhnya asing. Biawak air diketahui dapat hidup di sekitar kawasan perairan, lahan basah, hingga lingkungan yang berdekatan dengan aktivitas manusia.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam juga menjelaskan bahwa biawak air cenderung bersifat defensif dan lebih memilih menghindar dibanding menyerang manusia. Serangan terhadap manusia tergolong jarang dan umumnya terjadi ketika satwa tersebut merasa terancam atau hendak ditangkap. (KSDAE)
Meski begitu, warga tetap perlu berhati-hati apabila menemukan biawak di lingkungan rumah. Hewan tersebut memiliki gigi dan cakar yang dapat menyebabkan luka apabila seseorang mencoba menangkap, mengejar, atau memojokkannya.
Selain risiko kontak langsung, keberadaan biawak dalam jumlah banyak juga dapat menjadi perhatian apabila satwa tersebut mulai masuk ke rumah, kandang hewan, atau area yang sering digunakan warga.
Biawak sendiri merupakan satwa pemakan berbagai jenis makanan. Sumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut biawak dapat memakan bangkai, telur, ikan hingga hewan berukuran kecil. Satwa ini juga kerap ditemukan di wilayah yang memiliki sumber makanan seperti sisa makanan dan sampah. (samboja.bsilhk.menlhk.go.id)
Karena itu, kebersihan lingkungan sekitar permukiman menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Sampah organik atau sisa makanan yang terbuka dapat menarik hewan lain yang kemudian menjadi sumber makanan bagi biawak.
Jika menemukan biawak di got atau halaman rumah, warga sebaiknya tidak mencoba menangkapnya sendiri, terutama jika ukurannya besar atau jumlahnya lebih dari satu.
Warga dapat menjaga jarak dan menghubungi petugas terkait apabila biawak mulai masuk ke rumah atau berada di lokasi yang membahayakan penghuni. Dalam sejumlah kasus di permukiman, petugas pemadam kebakaran juga melakukan evakuasi biawak setelah menerima laporan dari warga. (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)
Dengan kondisi biawak yang disebut mulai beranak pinak di got perumahan Tambun Selatan tersebut, perhatian warga kini tertuju pada kemungkinan bertambahnya populasi satwa tersebut di sekitar permukiman.
Pertanyaan mengenai apakah keberadaan biawak itu berbahaya pun menjadi bahan perbincangan warga. Pada dasarnya, biawak tidak dikenal sebagai satwa yang secara aktif memburu manusia, tetapi interaksi langsung tetap memiliki risiko sehingga menjaga jarak menjadi langkah yang paling aman.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar