Dari Sampah Jadi Energi, Proyek PSEL Bekasi Raya Siap Groundbreaking Maret 2026
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat menyampaikan rencana pembangunan fasilitas PSEL Bekasi Raya di Cikarang.
INFO CIKARANG — Pemerintah pusat memastikan pembangunan fasilitas waste to energy atau Pengelola Sampah Energi Listrik (PSEL) untuk wilayah Bekasi Raya akan segera dimulai. Proyek strategis nasional ini direncanakan melakukan groundbreaking pada Maret 2026 dan mencakup Kota Bekasi serta Kabupaten Bekasi.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan kerja di Cikarang. Ia menyebut, pembangunan PSEL merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
“Pemerintah menyongsong waste to energy sebagaimana diminta Bapak Presiden untuk Bekasi Raya, meliputi Kota dan Kabupaten Bekasi. Groundbreaking akan dilakukan bulan Maret ini,” ujar Hanif dalam keterangannya dikutip Rabu, (4/3/2026).
Menurut Hanif, persiapan proyek dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga memimpin Danantara, Rosan Roeslani.
Fasilitas PSEL ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi listrik.
Meski demikian, Hanif mengingatkan bahwa pembangunan hingga operasional penuh PSEL membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 tahun. Selama masa transisi tersebut, penanganan sampah secara konvensional tetap harus berjalan maksimal.
“Selama masa transisi, kerja keras tetap dibutuhkan. Penanganan sampah di hulu harus tetap dilakukan seperti di daerah lain,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab kepala daerah semata. Hanif meminta seluruh unsur Forkopimda, termasuk TNI dan Polri, terlibat aktif mendukung pemerintah daerah.
“Tanpa keterlibatan semua pihak, Pak Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Sosialisasi ke masyarakat harus terus dilakukan, dan penegakan aturan jangan ragu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hanif turut menyoroti kondisi TPA Burangkeng di Kabupaten Bekasi yang telah mengalami kelebihan kapasitas. Situasi tersebut dinilai membutuhkan penanganan darurat sembari menunggu PSEL beroperasi.
“Saya yakin Pak Bupati punya strategi komprehensif. Tapi ini harus dilakukan bertahap dan perlu dukungan penuh Forkopimda,” tandasnya.
Proyek PSEL Bekasi Raya diharapkan menjadi titik balik pengelolaan sampah di wilayah dengan produksi sampah ribuan ton per hari, sekaligus menjadi model pengelolaan sampah modern berbasis energi di Indonesia.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar