Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemkab Bekasi Turunkan Perangkat Daerah Dukung Operasi Ketupat Jaya
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pemkab Bekasi menurunkan berbagai perangkat daerah untuk mendukung Operasi Ketupat Jaya 2026 guna mengamankan arus mudik dan balik Lebaran di jalur strategis Kabupaten Bekasi.
INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan menurunkan sejumlah perangkat daerah untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dihadiri Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama unsur Forkopimda.
Rapat tersebut diikuti unsur TNI, Polri, serta berbagai perangkat daerah guna memastikan kesiapan pengamanan jalur mudik yang melintasi wilayah Kabupaten Bekasi.
Jalur Strategis Mudik Lebaran
Dalam kesempatan itu, Asep Surya Atmaja menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor karena Kabupaten Bekasi menjadi salah satu jalur strategis yang dilalui pemudik.
Menurutnya, wilayah ini merupakan daerah penyangga ibu kota sekaligus kawasan industri terbesar di Asia Tenggara yang dilintasi jalur utama mudik.
“Kabupaten Bekasi merupakan penyangga ibu kota dan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 7.800 perusahaan. Wilayah ini juga dilintasi jalan nasional serta Tol Jakarta–Cikampek, sehingga koordinasi lintas sektor sangat penting agar arus mudik tetap aman dan lancar,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan jumlah penduduk Kabupaten Bekasi mencapai sekitar 3,4 juta jiwa, dengan mayoritas merupakan pendatang.
Kondisi tersebut membuat banyak kawasan perumahan kosong saat musim mudik.
Karena itu, pengamanan lingkungan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026.
Dishub Atur Lalu Lintas, Dinkes Siapkan Layanan Darurat
Untuk mendukung pengamanan arus mudik Lebaran, Pemkab Bekasi mengerahkan sejumlah perangkat daerah dengan tugas masing-masing.
Dinas Perhubungan bertugas membantu pengaturan lalu lintas di jalur strategis dan titik rawan kemacetan.
Selain itu, Dinas Sumber Daya Air diminta melakukan perbaikan jalan rusak atau berlubang yang berpotensi membahayakan pemudik.
Sementara itu, Dinas Kesehatan menyiapkan layanan kesehatan serta obat-obatan darurat di sejumlah titik pelayanan di jalur mudik.
“Obat-obat emergensi harus lengkap, termasuk penanganan awal korban kecelakaan di jalur utama. Tenaga medis yang kompeten juga harus disiapkan,” tegas Asep.
Satpol PP juga diminta meningkatkan penertiban di kawasan pasar maupun pusat keramaian yang berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama di titik yang sering menjadi lokasi persinggahan pemudik.
Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, Pemkab Bekasi juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi bencana selama musim mudik.
Pemerintah daerah juga memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri agar masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau.
“Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi aman dan kondusif selama arus mudik maupun arus balik,” kata Asep.
Operasi Ketupat Jaya Berlangsung Maret 2026
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, menyatakan bahwa Operasi Ketupat Jaya merupakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan dukungan semua pihak.
Operasi ini bertujuan memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idulfitri bagi masyarakat.
“Operasi Ketupat Jaya 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan koordinasi dan solidaritas seluruh stakeholder agar pengamanan mudik dan Hari Raya Idulfitri berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah potensi kerawanan juga perlu diantisipasi, termasuk ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang biasanya meningkat selama periode mudik Lebaran.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar