Transjakarta Perluas Layanan ke Cikarang, Rute Cakung Dibanderol Rp2.000
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

TransJakarta resmi membuka rute Cikarang–Cakung dengan 15 armada per hari guna mendukung mobilitas pekerja komuter Bekasi–Jakarta.
INFO CIKARANG – Kabar baik bagi para pekerja komuter. Transjakarta resmi membuka rute baru Cikarang–Cakung untuk mendukung mobilitas warga Kabupaten Bekasi yang beraktivitas di Jakarta maupun sebaliknya.
Rute ini mulai beroperasi dengan dukungan 15 unit armada setiap harinya.
Tarif yang ditawarkan tergolong ramah di kantong. Penumpang dikenakan biaya Rp2.000 pada jam sibuk pagi pukul 05.00–07.00 WIB, dan Rp3.500 setelahnya.
Bus beroperasi dari pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan interval keberangkatan sekitar 15 menit.
Lewati 11 Titik, Start Cikarang Utara – Finish Jakarta Timur
Rute Cikarang–Cakung melintasi 11 titik pemberhentian, dengan titik awal di Hollywood Junction Jababeka, Cikarang Utara, dan berakhir di Halte UKI, Jakarta Timur.
Layanan ini diharapkan menjadi solusi transportasi massal yang efisien bagi warga Bekasi.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyebut kehadiran rute ini sebagai langkah transformasi transportasi kawasan Jabodetabek.
“Masyarakat Bekasi yang bekerja di Jakarta kini lebih mudah mendapatkan akses transportasi. Tarifnya sangat terjangkau dan ini menjadi keuntungan besar bagi warga Cikarang,” ujarnya usai peresmian, dikutip Jum’at (13/2/2026).
Panjang 89 Km, Waktu Tempuh Sekitar 105 Menit
Secara teknis, bus melintasi Jalan Industri Raya 2, masuk Gerbang Tol Cikarang Barat, keluar di Tambun untuk mengangkut penumpang di kawasan Grand Wisata, lalu kembali masuk tol hingga keluar GT Halim, sebelum berakhir di Halte UKI.
Total panjang lintasan mencapai 89,05 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 105–108 menit.
Potensi pengguna rute ini diperkirakan mencapai 1.705 penumpang per hari.
Ke depan, Pemkab Bekasi berencana menyiapkan angkutan pendamping (feeder) untuk menjangkau permukiman warga yang tidak dilalui rute utama. Selain itu, pembangunan halte juga akan diperluas.
“Ke depan akan ada feeder dari permukiman yang jauh, dan halte- halte tidak hanya dibangun di dalam kawasan, tapi juga di luar perumahan,” kata Asep.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Agus Budiono menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pengelola kawasan industri untuk melengkapi fasilitas penunjang seperti rambu dan halte sesuai standar.
“Kawasan industri juga diuntungkan dengan rute ini. Dengan tarif Rp3.500, layanan ini sangat terjangkau dan pasti dimanfaatkan masyarakat,” tandasnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar