Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » 79.302 Pekerja Terkena PHK Sepanjang 2025, Jawa Barat Paling Terdampak

79.302 Pekerja Terkena PHK Sepanjang 2025, Jawa Barat Paling Terdampak

  • account_circle Tekad Triyanto
  • calendar_month Kam, 25 Des 2025
  • comment 0 komentar
Sepanjang Januari–November 2025, sebanyak 79.302 pekerja di Indonesia tercatat mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sepanjang Januari–November 2025, sebanyak 79.302 pekerja di Indonesia tercatat mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

INFO CIKARANG — Jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat mencapai 79.302 orang.

Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, Januari–November 2024, yang mencatat 67.870 pekerja terdampak PHK.

Berdasarkan data Satudata Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dikutip, Minggu (21/12/2025), jumlah tersebut merupakan tenaga kerja yang terdaftar dan terklasifikasi sebagai peserta Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.

“Pada periode Januari s.d. November 2025 terdapat 79.302 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP,” bunyi keterangan tersebut.

Dalam pemetaan wilayah, Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah tenaga kerja terdampak PHK terbanyak sepanjang periode tersebut.

“Tenaga kerja ter-PHK paling banyak pada periode ini terdapat di Provinsi Jawa Barat yaitu sekitar 21,73 persen dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan,” lanjut keterangan Kemnaker.

Secara rinci, jumlah pekerja di Jawa Barat yang mengalami PHK mencapai 17.234 orang.

Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 14.005 pekerja terdampak PHK.

Sementara itu, Provinsi Banten berada di urutan selanjutnya dengan total 9.216 pekerja yang kehilangan pekerjaan selama periode Januari hingga November 2025.

Data ini menunjukkan bahwa wilayah dengan konsentrasi industri dan manufaktur masih menjadi kawasan paling rentan terhadap gelombang PHK, seiring dinamika ekonomi nasional dan global yang masih berfluktuasi.

  • Penulis: Tekad Triyanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Bekasi imbau warga waspada puncak musim hujan.

    BPBD Kabupaten Bekasi Imbau Warga Waspada Puncak Musim Hujan hingga Januari

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan masih berlangsung hingga Januari. Imbauan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, H. Muchlis, menyusul masih ditemukannya sejumlah titik banjir di beberapa wilayah Kabupaten Bekasi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi. Muchlis menjelaskan, berdasarkan […]

  • Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Forkopimda melakukan sidak harga bahan pokok di Pasar Tambun.

    Harga Cabai Rawit di Bekasi Sempat Tembus Rp100 Ribu per Kg, Pemkab Siapkan Operasi Pasar

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bekasi mengalami kenaikan cukup signifikan sejak awal Ramadan. Di Pasar Tambun, harga komoditas tersebut bahkan sudah menyentuh Rp100.000 per kilogram. Lonjakan harga itu terungkap saat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi […]

  • Pungli Berkedok Developer! Warga Perumahan di Cikarang Barat Terancam

    Pungli Berkedok Developer! Warga Perumahan di Cikarang Barat Terancam

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Warga Perumahan Griya Hasanah Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, tengah dibuat geram oleh aksi pungutan liar (Pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum preman mengatasnamakan Developer. Kejadian ini berlangsung pada Kamis (13/2/2025), ketika rumah-rumah warga didatangi orang tidak dikenal yang membawa selebaran berkop surat Developer. Mereka meminta iuran sebesar Rp 50.000 per rumah, […]

  • Uli dan semur daging khas Betawi jadi hidangan favorit warga Cikarang dan Bekasi saat Lebaran.

    Suguhan Favorit Warga Cikarang dan Bekasi Saat Lebaran, Uli dan Semur Daging Jadi Menu Wajib

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Momen Lebaran di kawasan Cikarang dan Bekasi rasanya belum lengkap tanpa kehadiran sajian khas Betawi yang satu ini: uli dan semur daging. Dua menu ini sudah jadi suguhan wajib yang hampir selalu hadir saat tradisi “nyaba” atau silaturahmi ke rumah kerabat dan tetangga. Uli dan Tape, Kudapan Manis Khas Betawi yang Bikin […]

  • Lumba-Lumba Ditemukan Mati Dekat Pagar Laut Bekasi: Ancaman Lingkungan dan Ekosistem Laut

    Lumba-Lumba Ditemukan Mati Dekat Pagar Laut Bekasi: Ancaman Lingkungan dan Ekosistem Laut

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seekor lumba-lumba ditemukan mati di dekat Pagar Laut Pal Jaya, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Rabu (22/1). Kematian hewan ini menjadi sorotan, terutama karena dugaan bahwa pagar bambu yang berada di kawasan tersebut dapat membingungkan lumba-lumba saat melintas di perairan utara Bekasi. Dugaan Dampak Pagar Laut Pagar laut di Tarumajaya ini […]

  • Kondisi banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi dan memaksa ribuan warga terdampak.

    Banjir Rendam Kabupaten Bekasi, Hampir 15 Ribu KK Terdampak di 17 Kecamatan

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kabupaten Bekasi kembali dikepung banjir. Hingga Senin pagi, 19 Januari 2026, bencana hidrometeorologi tersebut telah berdampak pada 14.855 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 39 desa pada 17 kecamatan. Luapan air yang belum surut memaksa ribuan warga mengungsi demi menyelamatkan diri. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, sebanyak 1.336 […]

expand_less