Jelang Malam Tahun Baru 2026, Pemkab Bekasi Perketat Siaga Bencana Hidrometeorologi
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Rab, 31 Des 2025
- comment 0 komentar

Pemkab Bekasi siaga hadapi potensi bencana hidrometeorologi jelang Tahun Baru 2026.
INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang perayaan malam Tahun Baru 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap prakiraan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir, longsor, serta angin kencang di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan bahwa pihaknya telah memperkuat koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Seluruh aparat wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan respon selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, kami mengimbau seluruh jajaran aparat wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Mitigasi, pemantauan cuaca, serta respon cepat harus menjadi perhatian utama, terutama menjelang malam pergantian tahun,” ujar Muchlis dalam keterangannya dikutip Rabu (31/12).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkab Bekasi menginstruksikan pengaktifan posko siaga bencana di wilayah rawan, serta pemantauan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pantauan Tinggi Muka Air (TMA) dari Balai Wilayah Sungai setempat.
Muchlis juga menekankan pentingnya memastikan seluruh sistem Early Warning System (EWS) bencana banjir berfungsi optimal, khususnya yang telah terintegrasi dengan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bekasi.
“Informasi peringatan dini harus benar-benar tersampaikan hingga ke masyarakat paling bawah. Sarana diseminasi seperti sirine, kentongan, dan perangkat komunikasi lainnya wajib dalam kondisi siap pakai,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Bekasi mendorong peningkatan kesiapsiagaan respon darurat melalui penyiapan jalur evakuasi, lokasi pengungsian yang aman, serta langkah mitigasi lingkungan.
Upaya tersebut meliputi pembersihan saluran air, normalisasi drainase, hingga pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang akibat angin kencang.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara cepat, serta segera melaporkan potensi bencana kepada aparat setempat atau BPBD agar dapat ditangani sedini mungkin.
Dengan penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan ini, Pemkab Bekasi berharap potensi dampak bencana selama libur akhir tahun dapat diminimalkan, sekaligus memastikan perayaan malam Tahun Baru 2026 berlangsung aman dan kondusif.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar