Pengerjaan Saluran Air Tertunda, Jalan Kapten Sumantri Cikarang Kian Macet Setiap Pagi
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar

Macet pagi di depan SGC Cikarang, proyek saluran air belum juga rampung.
INFO CIKARANG — Kondisi lalu lintas di Jalan Raya Kapten Sumantri, tepatnya di depan Sentra Grosir Cikarang (SGC), kembali dikeluhkan pengguna jalan.
Kemacetan yang hampir setiap pagi terjadi kini semakin parah akibat adanya pengerjaan saluran air yang tak kunjung rampung. Situasi ini terpantau pada Selasa, 6 Januari 2026.
Sejak pagi hari, arus kendaraan dari berbagai arah terlihat padat merayap.
Kendaraan roda dua dan roda empat harus saling berebut ruang di jalur yang menyempit akibat material proyek yang masih berada di badan jalan.
Akibatnya, antrean kendaraan mengular dan sering kali menyebabkan keterlambatan aktivitas warga, terutama para pekerja dan pelajar.
Kemacetan di kawasan tersebut sejatinya bukan hal baru. Jalan Kapten Sumantri dikenal sebagai salah satu titik rawan macet di Cikarang, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Namun, tertundanya pengerjaan yang diduga saluran air membuat kondisi lalu lintas semakin tidak terkendali.
Selain faktor proyek, keberadaan pedagang kaki lima yang masih berjualan di sekitar lokasi turut mempersempit ruang jalan.
Lapak-lapak yang berdiri di bahu jalan membuat kendaraan sulit melintas dengan lancar.
Hingga kini, belum terlihat adanya penertiban atau solusi konkret dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut.
Tak hanya kemacetan, warga juga mengeluhkan bau menyengat yang kerap tercium setiap pagi.
Aroma tak sedap diduga berasal dari saluran air yang terbuka dan tergenang di sekitar lokasi proyek.
Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan, baik bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
“Setiap pagi pasti macet, sekarang tambah parah karena proyeknya seperti dibiarkan. Bau juga menyengat, sudah jadi pemandangan dan masalah lama di sini,” ujar Agung, salah seorang pengendara yang melintas.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas, baik dengan mempercepat penyelesaian proyek saluran air, menertibkan pedagang di bahu jalan, maupun melakukan pengaturan lalu lintas sementara.
Tanpa penanganan serius, kemacetan dan persoalan lingkungan di Jalan Kapten Sumantri dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin merugikan masyarakat.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar