Tradisi Kekunutan di Cikarang Saat Malam ke-15 Ramadhan, Warga Masak Ketupat hingga Pesor
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Warga Cikarang membuat ketupat, lepet, dan pesor dalam tradisi Kekunutan pada malam ke-15 Ramadhan.
INFO CIKARANG — Memasuki malam ke-15 Ramadhan, sebagian warga di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, masih melestarikan tradisi yang dikenal dengan sebutan Kekunutan.
Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai penanda pertengahan bulan puasa atau yang sering disebut sebagai Nisfu Shaum.
Pada momen tersebut, warga biasanya memasak berbagai makanan khas berbahan dasar beras, seperti ketupat, lontong, lepet, hingga pesor.
Makanan-makanan tersebut kemudian disantap bersama keluarga atau dibagikan kepada tetangga sebagai bentuk kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Salah satu menu yang cukup khas adalah ketupat yang disajikan dengan sayur soun dan petai, yang dikenal memiliki cita rasa gurih dan menjadi favorit warga.
Tradisi Kekunutan sendiri sudah berlangsung turun-temurun di sejumlah kampung di wilayah Bekasi, khususnya di Cikarang.
Selain sebagai tradisi kuliner, kegiatan ini juga menjadi momen mempererat hubungan antarwarga.
Meski zaman terus berkembang, sebagian masyarakat masih mempertahankan tradisi tersebut sebagai bagian dari kearifan lokal yang memperkaya suasana Ramadhan.
Di sejumlah daerah lain di Indonesia, pertengahan Ramadhan juga kerap dirayakan dengan berbagai tradisi, seperti ziarah kubur atau berbagi makanan kepada sesama.
Namun di Cikarang, memasak ketupat, lepet, dan pesor tetap menjadi salah satu ciri khas perayaan malam ke-15 Ramadhan yang masih dijaga hingga saat ini.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar