Pesisir Pantai Muara Gembong Dilanda Banjir Rob, Tambak Ikan dan Permukiman Terancam Terendam
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Ming, 4 Jan 2026
- comment 0 komentar

Banjir rob kembali melanda pesisir Muara Gembong.
INFO CIKARANG – Wilayah pesisir pantai di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kembali dilanda banjir rob sejak Sabtu, 3 Januari 2026.
Fenomena pasang air laut tersebut mengancam keberlangsungan tambak ikan milik warga serta permukiman yang berada di kawasan pesisir.
Sejumlah pemilik tambak mengaku mulai khawatir dengan kondisi air laut yang terus naik.
Jika rob semakin tinggi dan berlangsung lama, tidak sedikit petambak terancam mengalami kerugian besar hingga gulung tikar, karena kolam ikan berpotensi terendam air asin.
Tak hanya tambak, permukiman warga yang berada di sepanjang garis pantai Muara Gembong juga berisiko terdampak.
Banjir rob yang bersifat musiman ini kerap masuk ke rumah-rumah warga, merusak perabot, serta mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat pesisir.
Penyebab Banjir Rob
Banjir rob diketahui dapat dipicu oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. Dari sisi alam, beberapa penyebab utama banjir rob antara lain:
1. Pasang surut air laut, yakni kenaikan muka air laut yang terjadi secara periodik.
2. Dorongan angin dan gelombang laut (swell), yaitu gelombang besar yang bergerak jauh dari daerah pembangkitnya.
3. Badai di laut, yang dapat memperparah kenaikan permukaan air laut di wilayah pesisir.
4. Pencairan es di kutub akibat pemanasan global, yang berdampak pada meningkatnya volume air laut secara global.
Selain faktor alam, banjir rob juga diperparah oleh perilaku manusia, seperti kerusakan ekosistem pesisir, berkurangnya mangrove, serta penurunan permukaan tanah (land subsidence) akibat eksploitasi air tanah berlebihan.
Warga Berharap Penanganan Serius
Warga Muara Gembong berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menangani banjir rob yang kian sering terjadi.
Mulai dari penguatan tanggul, rehabilitasi mangrove, hingga solusi jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman perubahan iklim.
Jika tidak ditangani secara serius, banjir rob dikhawatirkan akan terus menggerus perekonomian warga pesisir dan memperparah kerusakan lingkungan di Muara Gembong.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar