Jalan Rusak Hambat Aktivitas Industri, Pemkab Bekasi Desak Pemprov Jabar Turun Tangan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 2 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat memberikan keterangan terkait kondisi infrastruktur jalan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
INFO CIKARANG — Kerusakan di sejumlah titik Jalan KH Raden Ma’mun Nawawi kembali menjadi sorotan.
Ruas jalan strategis yang sebelumnya dikenal sebagai jalur Cikarang–Cibarusah itu dinilai mengganggu kelancaran mobilitas warga hingga aktivitas kawasan industri di Kabupaten Bekasi.
Jalan sepanjang kurang lebih 21 kilometer tersebut merupakan salah satu akses utama penghubung antarwilayah, sekaligus jalur vital distribusi barang dan pergerakan tenaga kerja.
Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata dikeluhkan masyarakat karena kerap memicu kemacetan dan memperlambat arus kendaraan berat.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan.
Menurut Asep, status Jalan KH Raden Ma’mun Nawawi sebagai jalan provinsi membuat kewenangan perbaikannya berada di tingkat pemerintah provinsi.
Karena itu, Pemkab Bekasi memilih jalur koordinasi lintas pemerintahan sebagai langkah paling realistis.
“Kami sudah menyampaikan kondisi di lapangan kepada Pemprov Jawa Barat. Harapannya, perbaikan jalan provinsi di wilayah Kabupaten Bekasi bisa segera ditangani,” ujar Asep dalam keterangannya dikutip Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menghadapi keterbatasan anggaran karena harus membagi fokus pada berbagai kebutuhan prioritas lainnya.
Oleh sebab itu, sinergi dengan pemerintah provinsi menjadi kunci percepatan penanganan infrastruktur strategis.
Ruas Jalan KH Raden Ma’mun Nawawi diketahui menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dengan wilayah Karawang dan Bogor.
Selain itu, jalan ini juga menopang akses menuju sejumlah kawasan industri dengan volume lalu lintas tinggi setiap hari.
Kerusakan yang dibiarkan berlarut dikhawatirkan berdampak pada kelancaran distribusi logistik serta produktivitas sektor industri.
Jika tidak segera diperbaiki, kondisi tersebut berpotensi menekan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Asep berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian serius terhadap fungsi strategis jalan tersebut sebagai urat nadi perekonomian daerah.
“Kami berharap perbaikannya bisa segera direalisasikan. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Bekasi,” tegasnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar