Jejak Ketidakhadiran Bupati Bekasi Jelang OTT KPK: Dua Hari Hilang Tanpa Agenda
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Sab, 20 Des 2025
- comment 0 komentar

Jelang OTT KPK, aktivitas Bupati Bekasi mendadak tak terlihat.
INFO CIKARANG — Dua hari sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di Kabupaten Bekasi, aktivitas Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mendadak tak terlihat di sejumlah agenda resmi pemerintahan.
Ketidakhadiran beruntun itu kini menjadi sorotan, seiring terbukanya informasi soal penyelidikan tertutup yang dilakukan lembaga antirasuah.
Pada Rabu, 17 Desember 2025, Ade Kuswara Kunang tidak hadir dalam pertemuan kepala daerah se-Jawa Barat yang digelar di Cianjur.
Forum tersebut dikenal sebagai agenda strategis lintas wilayah, tempat para bupati dan wali kota membahas koordinasi kebijakan daerah.
Absennya Bupati Bekasi kala itu tidak disertai penjelasan terbuka kepada publik.
Keesokan harinya, Kamis, 18 Desember 2025, ketidakhadiran kembali terjadi. Ade tak tampak dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Gedung Sate, Bandung.
Padahal, program tersebut menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah daerah dan provinsi.
Di hari yang sama, Ade juga tidak muncul dalam agenda peresmian Wisata Kawung Tilu di Kecamatan Cikarang Timur.
Kegiatan tersebut sebelumnya telah tercantum dalam jadwal resmi pemerintahan Kabupaten Bekasi.
Absennya kepala daerah dalam dua agenda penting di hari yang sama semakin memicu tanda tanya di internal birokrasi.
Hingga Kamis sore, tidak ada keterangan resmi yang menjelaskan keberadaan Bupati Bekasi.
Situasi berubah pada malam harinya, ketika KPK membenarkan tengah melakukan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Bekasi.
Tak lama berselang, penyidik KPK melakukan penyegelan terhadap sejumlah ruangan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Ruang kerja Bupati Bekasi disegel, disusul kantor Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora), serta Dinas Cipta Karya dan Penataan Ruang.
Pintu-pintu ruangan tersebut ditempeli
stiker bertuliskan “Dalam Pengawasan KPK”, lengkap dengan tanggal serta tanda tangan penyidik.
Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa komunikasi terakhirnya dengan Ade Kuswara Kunang terjadi dua hari sebelum operasi tangkap tangan berlangsung.
Ia mengaku tidak melihat adanya kejanggalan dalam komunikasi tersebut.
“Terakhir kontak dua hari lalu. Enggak ada masalah apa pun,” ujar Asep dalam keterangannya, dikutip Sabtu (20/12/2025).
Asep memilih tidak berspekulasi terkait rangkaian peristiwa tersebut.
Ia menyatakan masih menunggu penjelasan resmi dari KPK maupun aparat penegak hukum terkait status hukum Bupati Bekasi.
“Belum ada konfirmasi dengan APH, mungkin nanti keterangan lebih lanjut,” katanya.
Di tengah dinamika tersebut, Asep memastikan roda pemerintahan Kabupaten Bekasi tetap berjalan.
Ia menegaskan pelayanan publik tidak terganggu meski kepala daerah tengah menghadapi proses hukum.
“Yang pasti hari ini Bekasi tetap seperti biasa, pemerintahan berjalan dengan lancar,” ucapnya.
Rangkaian ketidakhadiran Ade Kuswara Kunang sebelum OTT, ditambah penyegelan sejumlah ruangan strategis, kini menjadi potongan penting dalam kronologi awal perkara yang tengah ditangani KPK.
Sementara publik menunggu kejelasan status hukum, penyelidikan lembaga antirasuah terus berjalan di balik pintu-pintu yang kini tersegel.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar