Breaking News
light_mode

Kiriman dari Brebes dan Madura Mulai Kondusif, Harga Bawang Mulai Terkendali

  • account_circle Tekad Triyanto
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Ilustrasi bawang merah. Harga bawang merah di Pasar Induk Cibitung mulai terkendali seiring lancarnya distribusi dari Brebes dan Madura.

INFO CIKARANG — Selain cabai, komoditas bawang merah juga sempat mengalami kenaikan harga di awal Ramadhan. Lonjakan harga terjadi seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner selama hari-hari awal puasa.

Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa harga bawang merah sebelumnya berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram sebelum akhirnya mengalami kenaikan.

“Awal Ramadhan bawang merah masih di kisaran Rp24 ribu per kilogram. Setelah dua sampai tiga hari puasa, harganya naik hingga menyentuh Rp30 ribuan, dan sekarang mulai turun karena pasokan kembali normal,” ungkap Abdul Rahman, dikutip Senin (2/3/2026).

Ia menyebutkan, suplai bawang merah untuk wilayah Bekasi sebagian besar berasal dari sentra produksi di Brebes dan Madura.

Ketika distribusi dari daerah tersebut berjalan lancar dan didukung kondisi cuaca yang baik, harga di tingkat pasar induk maupun pengecer cenderung lebih stabil.

“Pasokan bawang itu dari Brebes dan Madura. Kalau kiriman lancar dan cuaca mendukung, harga di pasar juga bisa lebih terkendali dan tidak setinggi di awal puasa,” tuturnya.

Sementara itu, untuk komoditas kol, harga di tingkat bandar saat ini berada di kisaran Rp6 ribu per kilogram. Di tingkat pengecer, harga bisa mencapai Rp9 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram, menyesuaikan biaya distribusi dan margin pedagang.

“Kalau kol dari bandar sekitar Rp6 ribuan. Di pengecer bisa Rp9 ribu sampai Rp10 ribu karena ada ongkos angkut dan keuntungan pedagang,” jelasnya.

Abdul Rahman menambahkan, faktor cuaca khususnya, di wilayah pegunungan menjadi penentu utama volume dan kualitas hasil panen. Curah hujan tinggi berpotensi menurunkan produksi dan mendorong harga kembali naik.

“Kalau di daerah pegunungan sering hujan, hasil panen berkurang dan kualitasnya turun. Akibatnya, barang bagus jadi terbatas dan harga bisa ikut naik,” katanya.

Menjelang Idulfitri, ia memprediksi harga bawang merah masih berpeluang turun apabila kondisi cuaca terus membaik dan arus distribusi tetap lancar.

“Insya Allah kalau cuaca mendukung dan pasokan terus lancar, menjelang Idulfitri harga bisa turun lagi sehingga masyarakat bisa belanja dengan lebih terjangkau,” pungkasnya.***

  • Penulis: Tekad Triyanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Bekasi Tertibkan 515 Bangunan Liar di Bantaran Sungai Sukatani

    Pemkab Bekasi Tertibkan 515 Bangunan Liar di Bantaran Sungai Sukatani

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan bangunan liar di bantaran Sungai Sekunder Sukatani (SS Sukatani) yang meliputi Kali Cilemah Abang, Kali Kaliulu Atas, dan Kali Pintu Air Puri Nirwana Residences (PNR) Kecamatan Cikarang Utara, Senin (20/10/2025). Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Bupati Bekasi Nomor 800.1.11.1/8726/Satpol.PP/2025 tanggal […]

  • Modus Kejahatan Baru di Jatiasih: Preman Jalanan Beraksi di Tengah Jalan

    Modus Kejahatan Baru di Jatiasih: Preman Jalanan Beraksi di Tengah Jalan

    • calendar_month Sel, 31 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang netizen baru-baru ini membagikan video yang memperlihatkan dugaan aksi penyerangan oleh preman di kawasan Jatiwarna, Jatiasih, Kabupaten Bekasi. Video tersebut menunjukkan tiga orang pelaku yang menaiki satu motor dan memepet sebuah mobil. Kronologi Kejadian Pengendara mobil menceritakan bahwa insiden bermula ketika motor yang dikendarai ketiga preman itu melaju secara zigzag di […]

  • Banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meninggalkan duka yang mendalam bagi warga terdampak.

    Data Terbaru Banjir dan Longsor di Sumatra: 969 Meninggal, 5.000 Luka-Luka

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menimbulkan duka mendalam. Hingga Rabu pagi (10/12/2025), jumlah korban meninggal tercatat 969 jiwa, sementara korban luka mencapai 5.000 orang, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 09.11 WIB. Selain itu, 262 orang masih dilaporkan hilang. Bencana ini […]

  • UMK Bekasi Tembus Rp5,6 Juta, Sektor Risiko Kerja Jadi Sorotan

    UMK Bekasi Tembus Rp5,6 Juta, Sektor Risiko Kerja Jadi Sorotan

    • calendar_month Ming, 15 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kabar gembira datang untuk para pekerja di Kota Bekasi. Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Bekasi telah menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) 2025 sebesar Rp5.690.752,95, mengalami kenaikan 6,5% dibanding tahun sebelumnya. Dengan angka tersebut, Bekasi kembali mempertahankan posisinya sebagai salah satu kota dengan UMK tertinggi di Indonesia. Keputusan ini disepakati dalam rapat yang digelar […]

  • Kasus dugaan korupsi kuota haji menyeret dua nama: Gus Yaqut dan mantan staf khususnya, Gus Alex.

    Deretan Poin Penting soal Gus Yaqut dan Gus Alex Jadi Tersangka Kasus Korupsi Haji

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024. Tak hanya Gus Yaqut, mantan Staf Khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, juga ikut dijerat. Berikut lima hal penting terkait kasus ini: 1. Penetapan Tersangka Dilakukan 8 […]

  • BPBD Kabupaten Bekasi mencatat banjir masih menggenang 27 desa di 12 kecamatan.

    Banjir Genangi 27 Desa di Kabupaten Bekasi, Ribuan KK Terdampak

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi sejak Minggu (18/1/2026) dini hari hingga kini masih belum sepenuhnya surut. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Puslop PB) BPBD Kabupaten Bekasi, sampai Kamis (22/1/2026) genangan air masih terjadi di 27 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Ketinggian muka air di sejumlah wilayah dilaporkan bervariasi, mulai […]

expand_less