Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » UMK Bekasi Tembus Rp5,6 Juta, Sektor Risiko Kerja Jadi Sorotan

UMK Bekasi Tembus Rp5,6 Juta, Sektor Risiko Kerja Jadi Sorotan

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Ming, 15 Des 2024
  • comment 0 komentar

Ilustrasi UMK Bekasi

INFO CIKARANG – Kabar gembira datang untuk para pekerja di Kota Bekasi. Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Bekasi telah menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) 2025 sebesar Rp5.690.752,95, mengalami kenaikan 6,5% dibanding tahun sebelumnya. Dengan angka tersebut, Bekasi kembali mempertahankan posisinya sebagai salah satu kota dengan UMK tertinggi di Indonesia.

Keputusan ini disepakati dalam rapat yang digelar di kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi. Rapat ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan pemerintah, serikat pekerja, pengusaha, hingga akademisi. Selain UMK, rapat ini juga membahas Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK), yang disesuaikan berdasarkan tingkat risiko kerja di masing-masing industri.

Rincian UMSK Bekasi 2025 Berdasarkan Risiko Kerja:

1. Industri Risiko Tinggi

Kenaikan: 1% dari UMK

Total UMSK: Rp5.747.660,48

2. Industri Risiko Sedang

Kenaikan: 0,635% dari UMK

Total UMSK: Rp5.726.889,23

3. Industri Risiko Rendah

Kenaikan: 0,35% dari UMK

Total UMSK: Rp5.710.670,58

Heri Budiono, perwakilan dari Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP SPSI), menyambut baik keputusan ini. Menurutnya, kenaikan ini menunjukkan komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja. Namun, dari sisi pengusaha, muncul harapan agar ada kebijakan pendukung yang membantu dunia usaha tetap kompetitif di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat.

Proses Selanjutnya

Rekomendasi ini akan segera diajukan kepada Penjabat (PJ) Wali Kota Bekasi untuk disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat. Selanjutnya, Dewan Pengupahan Provinsi akan membahas dan menetapkan keputusan resmi, yang dijadwalkan paling lambat pada 18 Desember 2024.

Dengan kenaikan UMK dan UMSK ini, Kota Bekasi sekali lagi menunjukkan daya saingnya sebagai kota industri dengan standar upah yang tinggi. Meski begitu, tantangan tetap ada, baik untuk pekerja maupun pengusaha. Apakah kenaikan ini sudah cukup ideal untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan dan keberlanjutan ekonomi?*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi kuota haji oleh KPK.

    Daftar Kasus Korupsi di Kementerian Agama, Ada Nama Gus Yaqut

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut sebagai tersangka dugaan korupsi kuota haji oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka luka lama dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Kasus ini bukan peristiwa tunggal. Ia menambah daftar panjang Menteri Agama yang tersandung perkara korupsi sejak era Orde Lama […]

  • Lima Fokus Pembangunan Bekasi: Jalur Lebar, Sekolah Tambahan, dan Tagihan BPJS

    Lima Fokus Pembangunan Bekasi: Jalur Lebar, Sekolah Tambahan, dan Tagihan BPJS

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi secara resmi mengajukan lima fokus pembangunan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kelima usulan itu mencakup: 1. Kesehatan (BPJS PBI) Pemkab Bekasi meminta agar tunggakan iuran BPJS Kesehatan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI), senilai sekitar Rp 84 miliar untuk 2023–2024, segera dilunasi. Wakil Bupati Asep Surya Atmaja menegaskan agar porsi […]

  • Wuling Investasi Rp87 Miliar untuk MAGIC Battery di Cikarang, Solusi atau Tantangan Baru?

    Wuling Investasi Rp87 Miliar untuk MAGIC Battery di Cikarang, Solusi atau Tantangan Baru?

    • calendar_month Sel, 31 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) telah meresmikan fasilitas produksi baterai lokal bernama MAGIC di pabrik mereka di Cikarang, Jawa Barat, pada Selasa. Investasi sebesar Rp87 miliar ini menjadi langkah strategis Wuling dalam mendukung industri kendaraan listrik nasional, khususnya untuk model Wuling CloudEV dan BinguoEV. “Produksi baterai secara lokal adalah bagian dari komitmen […]

  • Proyek PPI Paljaya Terganjal Izin: Pagar Laut Bambu Bekasi Jadi Sorotan

    Proyek PPI Paljaya Terganjal Izin: Pagar Laut Bambu Bekasi Jadi Sorotan

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Proyek pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya di perairan utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah menjadi pembicaraan hangat setelah pemasangan pagar laut dari bambu sepanjang dua kilometer. Pagar yang terpasang untuk menata alur pelabuhan ini diprotes karena belum mengantongi izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini tentu menjadi masalah […]

  • Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat menyampaikan rencana pembangunan fasilitas PSEL Bekasi Raya di Cikarang.

    Dari Sampah Jadi Energi, Proyek PSEL Bekasi Raya Siap Groundbreaking Maret 2026

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah pusat memastikan pembangunan fasilitas waste to energy atau Pengelola Sampah Energi Listrik (PSEL) untuk wilayah Bekasi Raya akan segera dimulai. Proyek strategis nasional ini direncanakan melakukan groundbreaking pada Maret 2026 dan mencakup Kota Bekasi serta Kabupaten Bekasi. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan kerja di Cikarang. […]

  • Studi LPEM FEB UI mengungkap fenomena lulusan S2 dan S3 yang memilih berhenti mencari kerja akibat ketatnya pasar tenaga kerja.

    Lulusan S2 dan S3 Ramai-ramai Putus Asa Cari Kerja, LPEM UI Ungkap Penyebabnya

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Fenomena meningkatnya keputusasaan di pasar kerja Indonesia kini tak hanya dialami lulusan berpendidikan rendah. Laporan terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap bahwa pencari kerja berpendidikan tinggi, termasuk lulusan strata dua (S2) dan strata tiga (S3), justru semakin banyak yang berhenti mencari pekerjaan. […]

expand_less