Menu MBG Saat Class Meeting SDN Karang Baru 02 Cikarang Utara Dikeluhkan Murid dan Orang Tua
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Sel, 23 Des 2025
- comment 0 komentar

Menu MBG saat class meeting SDN Karang Baru 02 menuai keluhan.
INFO CIKARANG — Program Makanan Bergizi (MBG) yang dibagikan selama kegiatan class meeting di SDN Karang Baru 02, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menuai keluhan dari murid dan orang tua siswa.
Keluhan tersebut beredar luas melalui pesan tertulis dan foto yang dibagikan di media sosial serta grup percakapan warga.
Dalam unggahan tersebut, tertulis permintaan agar pihak terkait meneruskan keluhan mengenai kualitas dan standar menu MBG yang diterima siswa selama class meeting.
Berdasarkan informasi yang beredar, menu MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri dari roti, susu, buah, puding, dan kacang.
Namun, jenis roti yang diberikan disebut hanya setara dengan roti kemasan kecil seperti AOKA atau kue pia.
Keluhan paling serius muncul saat salah satu menu MBG berupa jasuke (jagung susu keju) dan kacang rebus dibagikan kepada siswa kelas 2 sekitar pukul 09.00 WIB dan kelas 4 sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut narasi yang beredar, makanan tersebut diduga sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi.
“Pada saat dibagikan, jasuke sudah basi dan kacang rebus berlendir,” tulis narasi keluhan yang beredar.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran orang tua terkait keamanan pangan yang dikonsumsi anak-anak di lingkungan sekolah.
Mereka meminta agar menu MBG ke depan lebih diperhatikan dan disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan oleh SPPG pusat.
Selain soal kualitas, keluhan juga disampaikan terkait adanya kesenjangan menu MBG dengan sekolah lain di sekitar lokasi.
Disebutkan, selama tiga hari pelaksanaan MBG, perbedaan menu terlihat cukup mencolok.
Sekolah lain disebut menerima susu kemasan 250 ml sebanyak tiga kotak atau susu kemasan 1 liter per kotak.
Sementara itu, siswa SDN Karang Baru 02 hanya menerima susu merek Real Good dengan kemasan kecil sekitar 50 ml berbentuk bantal.
“Agar lebih diperhatikan lagi menu MBG anak-anak ke depannya dan disesuaikan dengan standar yang sudah ditentukan,” tulis pengaduan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun dinas terkait mengenai keluhan tersebut.
Warga dan orang tua siswa berharap ada evaluasi serius agar program MBG benar-benar memberikan manfaat gizi yang aman dan layak bagi peserta didik.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar