Pemkab Bekasi Buka Sayembara di Bulan Ramadhan, Pelapor Pembuang Sampah Liar Bakal Dapat Apresiasi
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memungut sampah saat kegiatan Korve Gerakan Indonesia ASRI di Kalimalang, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan langkah tegas untuk menekan praktik pembuangan sampah sembarangan yang masih marak terjadi di sejumlah titik.
Di bulan Ramadhan, Pemkab bahkan membuka sayembara bagi warga yang melaporkan pelaku pembuangan sampah ilegal.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa lokasi pembuangan sampah liar tidak hanya terjadi di satu tempat, melainkan tersebar di berbagai wilayah.
Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kegiatan Korve Gerakan Indonesia ASRI di Kalimalang, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat.
“Biasanya mereka buang sampah malam hari atau menjelang subuh. Kalau ada masyarakat yang melihat dan melaporkan kepada kami, akan kita tindak dan kita beri apresiasi,” ujar Asep dalam keterangannya dikutip Rabu, (4/3/2026).
Menurutnya, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan pembuangan sampah liar masih terjadi di lebih dari satu titik. Karena itu, Pemkab Bekasi tidak hanya mengandalkan edukasi, tetapi juga memperkuat penegakan aturan melalui Peraturan Daerah Pengelolaan Sampah Tahun 2025.
“Kita sudah punya perda. Jadi kalau ada yang membuang sampah sembarangan, akan kita tindak sesuai aturan,” tegasnya.
Asep menjelaskan, sayembara ini dirancang sebagai bentuk pelibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama selama Ramadhan ketika volume sampah cenderung meningkat.
“Kalau informasinya valid dan terbukti, tentu akan kita berikan hadiah. Ini bagian dari upaya bersama,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi bukan perkara mudah. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,3 juta jiwa, produksi sampah saat ini mencapai sekitar 2.250 ton per hari.
“Kalau dirata-rata, setiap orang menghasilkan sekitar 0,7 kilogram sampah per hari. Setiap hari memang diangkut, tapi volumenya sangat besar,” ujarnya.
Ke depan, Pemkab Bekasi akan menggandeng unsur Forkopimda, termasuk TNI dan Polri, dalam operasi penertiban terpadu.
“Tidak hanya bupati dan dinas saja. Nanti kita gabung dengan Forkopimda. Ini perlu kerja bersama,” tandas Asep.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar