Penumpang Transjakarta di Cikarang Keluhkan Halte Minim dan Lokasi Gelap, Terutama Saat Malam Hari
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 13 Agu 2026
- comment 0 komentar

Pengguna Transjakarta menunggu bus di kawasan Cikarang. Minimnya halte dan penerangan di sejumlah titik menjadi keluhan warga, terutama saat malam hari.
INFO CIKARANG – Pengguna layanan Transjakarta di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung pada sejumlah titik naik dan turun penumpang, khususnya di sepanjang kawasan Jalan Industri Raya.
Keluhan tersebut disampaikan warga kepada media lokal INFO CIKARANG pada Kamis, (13/8/2026).
Warga menilai kondisi fasilitas di sejumlah titik belum sebanding dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah belum tersedianya halte fisik yang memadai serta minimnya penerangan jalan di sekitar titik pemberhentian.
Kondisi tersebut dinilai membuat penumpang merasa kurang nyaman, terutama ketika menggunakan layanan Transjakarta pada malam hari.
Titik Naik Penumpang Belum Dilengkapi Halte Memadai
Berdasarkan laporan warga, salah satu titik naik penumpang berada di depan SPBU sebelum Pollux Mall Cikarang.
Namun, di lokasi tersebut belum tersedia bangunan halte atau tempat peneduh yang memadai bagi calon penumpang.
Kondisi itu membuat penumpang yang hendak menaiki bus harus menunggu di sekitar area tersebut tanpa fasilitas yang cukup untuk melindungi dari panas maupun hujan.
Selain itu, antrean penumpang disebut belum memiliki area yang tertata secara jelas sehingga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan ketika jumlah calon penumpang sedang meningkat.
Titik Turun Penumpang Disebut Gelap
Keluhan lain datang dari titik penurunan penumpang yang berada sejajar dengan kawasan Ruko Grand Imperial.
Menurut laporan warga, lokasi tersebut belum dilengkapi bangunan halte. Persoalan semakin terasa ketika malam hari karena penerangan di sekitar titik penurunan dinilai sangat minim.
Kondisi yang gelap membuat sejumlah penumpang merasa waswas ketika harus turun dan melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan.
Bahkan, menurut warga, pengemudi bus terkadang mengambil inisiatif dengan menghentikan kendaraan di titik yang lebih terang demi memberikan rasa aman kepada penumpang.
Salah satu lokasi yang disebut menjadi alternatif adalah area di dekat warung pecel lele yang berada di sekitar titik tersebut.
Warga Minta Fasilitas Segera Dibenahi
Warga berharap persoalan fasilitas tersebut mendapat perhatian dari pengelola layanan transportasi publik maupun pemerintah daerah.
Penambahan halte atau shelter yang layak, penataan area antrean, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) dinilai menjadi kebutuhan penting untuk menunjang keselamatan penumpang.
Terlebih, transportasi umum memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan industri Cikarang yang aktivitasnya berlangsung hingga malam hari.
Fasilitas yang memadai tidak hanya dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum, khususnya mereka yang pulang bekerja pada malam hari.
Warga berharap evaluasi dapat dilakukan terhadap titik-titik naik dan turun penumpang di sepanjang Jalan Industri Raya sehingga keberadaan layanan transportasi publik di Cikarang benar-benar didukung infrastruktur yang memadai.
Hingga artikel ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penambahan halte maupun penerangan di titik-titik yang dikeluhkan warga.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar