Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pilar Pembangunan SDM Kabupaten Bekasi
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Jum, 19 Des 2025
- comment 0 komentar

Pemkab Bekasi dorong pembangunan SDM lewat Program MBG.
INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi menempatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Program strategis nasional ini dinilai bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Hingga akhir 2025, implementasi MBG di Kabupaten Bekasi telah menjangkau 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan.
Pelaksanaan program ini didukung oleh 188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terdaftar dan beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Capaian tersebut disampaikan Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, usai mengikuti Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Gedung Sate, Bandung, Rabu (17/12/2025).
Menurut Asep, dengan jumlah penduduk Kabupaten Bekasi yang mencapai 3,27 juta jiwa, pelaksanaan MBG menjadi tantangan tersendiri.
Terlebih, jumlah peserta didik di wilayah ini tergolong besar dan tersebar merata.
Data pemerintah daerah mencatat, populasi siswa terdiri dari 71.025 anak PAUD, 351.367 siswa sekolah dasar (SD), serta 137.632 siswa sekolah menengah pertama (SMP).
Besarnya jumlah sasaran tersebut menjadikan MBG sebagai kebijakan strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas generasi muda sejak dini.
“Seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi sudah tercover Program Makan Bergizi Gratis. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Asep.
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, hingga 2025 MBG telah menjangkau 66.209 siswa PAUD hingga SMP, atau sekitar 39,9 persen dari total sasaran peserta didik.
Angka ini diharapkan terus meningkat seiring perluasan jangkauan dan penguatan fasilitas pendukung di lapangan.
Tak hanya menyasar siswa sekolah, program MBG juga menyentuh kelompok rentan di luar satuan pendidikan.
Tercatat, program ini telah menjangkau 5.770 balita, 1.139 ibu hamil, serta 1.290 ibu menyusui, sebagai bagian dari upaya menekan risiko stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Pemkab Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelaksanaan MBG, baik dari sisi cakupan wilayah, kualitas pelayanan, maupun kolaborasi lintas sektor.
Program ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menciptakan SDM unggul sekaligus mendukung visi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bekasi.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar