Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Resmi! Sarjan Divonis 3 Tahun 3 Bulan Penjara dalam Kasus Suap Proyek Pemkab Bekasi

Resmi! Sarjan Divonis 3 Tahun 3 Bulan Penjara dalam Kasus Suap Proyek Pemkab Bekasi

  • account_circle T.T
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
Terdakwa kasus suap proyek di lingkungan Pemkab Bekasi, Sarjan, menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (18/5/2026).

Terdakwa kasus suap proyek di lingkungan Pemkab Bekasi, Sarjan, menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (18/5/2026).

INFO CIKARANG – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung menjatuhkan vonis pidana penjara selama 3 tahun 3 bulan kepada Sarjan dalam kasus dugaan suap atau ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Putusan tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim Novian Saputra dalam sidang yang digelar pada Senin (18/5/2026).

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan Sarjan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Sarjan dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 3 bulan serta pidana denda sebesar Rp150 juta,” ujar Ketua Majelis Hakim Novian Saputra saat membacakan putusan sidang.

Selain hukuman penjara, Sarjan juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp150 juta.

Dalam perkara tersebut, Sarjan diketahui didakwa memberikan suap kepada Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang sebesar Rp11,4 miliar.

Uang tersebut diduga diberikan secara bertahap mulai dari masa persiapan pelantikan hingga Ade Kuswara aktif menjabat sebagai Bupati Bekasi.

Sebagai imbalannya, Sarjan disebut memperoleh sejumlah proyek dengan total nilai mencapai Rp107,5 miliar di lima dinas berbeda di lingkungan Pemkab Bekasi.

Tak hanya itu, dalam persidangan juga terungkap bahwa aliran dana suap turut diberikan kepada sejumlah pihak lain, termasuk kepala dinas hingga anggota DPRD setempat.

Total uang yang diduga mengalir kepada sejumlah pihak terkait proyek tersebut mencapai Rp7,8 miliar.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyeret sejumlah nama pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi serta dugaan praktik ijon proyek yang nilainya fantastis.

  • Penulis: T.T

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naik Kereta Lokal Cikampek-Cikarang: Jadwal dan Tips Lengkap

    Naik Kereta Lokal Cikampek-Cikarang: Jadwal dan Tips Lengkap

    • calendar_month Sen, 27 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Bepergian ke Cikarang, dengan menggunakan kereta lokal Commuter Line Walahar/Jatiluhur menjadi pilihan transportasi yang efisien bagi warga Cikampek. Selain murah dengan harga tiket hanya Rp4.000, kereta ini menawarkan kenyamanan dan jadwal yang cukup fleksibel untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Sebelum berangkat, penting untuk mengecek jadwal keberangkatan. Tidak banyak kereta yang tersedia untuk rute […]

  • Luluk Nur Hamidah memberikan pernyataan dukungan terhadap proses hukum mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait dugaan korupsi kuota haji 2024.

    Luluk Nur Hamidah PKB Dukung Proses Hukum Gus Yaqut dalam Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Ketua DPP PKB sekaligus mantan anggota Pansus Haji DPR RI, Luluk Nur Hamidah, menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) sebagai tersangka dugaan korupsi kuota haji 2024. Luluk menilai penetapan tersangka ini menegaskan bahwa peringatan Pansus Haji selama ini bukan tanpa dasar. Menurutnya, temuan […]

  • Rumah pribadi Bupati Bekasi jadi lokasi pengamanan ketat.

    Rumah Pribadi Ade Kuswara Kunang Dijaga Ketat Usai Diamankan KPK, Akses Media Dibatasi

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Usai diamankan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kediaman pribadi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang di kawasan Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, berubah menjadi lokasi dengan pengamanan ketat. Sejak Jumat (19/12/2025), aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi terlihat berjaga di sekitar rumah tersebut. Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan personel Satpol PP […]

  • TPST Bantar Gebang menghadapi tekanan serius akibat kapasitas yang semakin terbatas.

    Daya Tampung Kian Kritis, Penanganan Sampah Jakarta Didorong Fokus dari Sumbernya

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dinilai semakin mengkhawatirkan seiring menipisnya daya tampung. Upaya penanganan longsor yang selama ini dilakukan dianggap belum menyentuh persoalan mendasar karena masih bersifat reaktif dan sementara. Langkah-langkah seperti perbaikan dinding penahan, pembangunan turap, hingga pemindahan tumpukan sampah saat longsor terjadi dinilai tidak lagi efektif di […]

  • KPK menyita sejumlah uang dari pejabat Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi dalam pengembangan kasus dugaan ijon proyek.

    KPK Sita Uang dari Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi, Diduga Terkait Kasus Ijon Eks Bupati

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang dari Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln. Penyitaan tersebut diduga berkaitan dengan kasus ijon yang menyeret nama eks bupati. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyitaan dilakukan dalam rangkaian pemeriksaan yang masih berlangsung. Uang tersebut […]

  • Retakan tanggul Kalimalang di Desa Margakarya memicu kekhawatiran warga.

    Tanggul Kalimalang Jebol, Warga Margakarya Hidup dalam Bayang-bayang Luapan Air

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Retakan tanggul di aliran Kalimalang, Desa Margakarya, Kecamatan Telukjambe Barat, menjadi sumber kecemasan baru bagi warga. Sejak tanggul jebol beberapa hari terakhir, air terus mengalir tanpa kendali, memaksa masyarakat hidup dalam kondisi siaga, terutama saat hujan turun di wilayah hulu. Debit air Kalimalang masih fluktuatif dan berpotensi kembali meluap. Sejumlah rumah warga […]

expand_less