Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Jam Tutup Jadi Alasan Tolak Pasien? Warga Cikarang Pertanyakan Sikap Puskesmas

Jam Tutup Jadi Alasan Tolak Pasien? Warga Cikarang Pertanyakan Sikap Puskesmas

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
  • comment 0 komentar

Ilustrasi Puskesmas. /Foto: Istimewa

INFO CIKARANG – Pelayanan publik semestinya cepat dan tanggap, apalagi kalau urusannya soal kesehatan. Tapi sayangnya, hal itu nggak dirasakan oleh seorang warga Desa Karangbaru, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Ia mengaku kecewa dengan pelayanan Puskesmas Cikarang Utara setelah anaknya yang sedang sakit ditolak untuk berobat hanya karena alasan pelayanan sudah tutup.

Peristiwa ini terjadi belum lama ini, saat sang warga dari Buniasih RT003/RW003 membawa anaknya yang sakit dengan harapan bisa dapat penanganan medis segera. Tapi setibanya di Puskesmas, harapan itu pupus. Petugas menyatakan bahwa pelayanan sudah berakhir dan menolak untuk memeriksa si kecil.

Kekecewaan warga makin bertambah saat ia meminta surat rujukan supaya bisa membawa anaknya ke fasilitas kesehatan lain. Tapi permintaan itu juga tidak dikabulkan. Padahal, surat rujukan merupakan salah satu komponen penting agar pasien bisa ditangani lebih lanjut di rumah sakit atau klinik lain yang bekerja sama dengan BPJS.

“Saya cuma pengin anak saya cepat ditangani, minimal dikasih rujukan biar bisa bawa ke rumah sakit. Tapi malah nggak dikasih juga,” ujarnya kecewa.

Sikap tidak responsif dari petugas puskesmas ini menuai sorotan, apalagi dalam kondisi darurat. Layanan kesehatan seharusnya bisa fleksibel dan mengedepankan kebutuhan pasien, bukan sekadar jam kerja.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Puskesmas Cikarang Utara soal kejadian ini. Warga pun berharap ada klarifikasi dan perbaikan layanan ke depan. Sebab, kesehatan adalah hak semua orang, dan sudah seharusnya puskesmas sebagai layanan kesehatan tingkat pertama bisa hadir di saat masyarakat benar-benar membutuhkan.*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir besar akhir Januari 2026 memaksa 15.335 warga Kabupaten Bekasi mengungsi. BPBD mencatat warga tersebar di sejumlah titik pengungsian aman.

    Banjir Kabupaten Bekasi Per 30 Januari 2026: BPBD Catat 15.335 Warga Mengungsi di 21 Titik Pengungsian

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Banjir besar yang melanda Kabupaten Bekasi pada akhir Januari 2026 memaksa 15.335 jiwa warga terdampak banjir mengungsi ke sejumlah lokasi aman. Data tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi pada Jum’at, 30 Januari 2026. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, ribuan warga tersebut terdampak banjir […]

  • Dalang Uang Palsu yang Dibawa Bocah 14 Tahun di Tambun Dikejar Polisi: Kabur Setelah Kecelakaan

    Dalang Uang Palsu yang Dibawa Bocah 14 Tahun di Tambun Dikejar Polisi: Kabur Setelah Kecelakaan

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Para warga yang berada Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dihebohkan dengan insiden mengejutkan yang melibatkan seorang siswa SMP berinisial A (14 tahun). Ia mengalami kecelakaan sepeda motor saat membawa uang palsu senilai Rp 2,2 juta. Peristiwa ini akhirnya mengungkap jaringan kriminal yang diduga dikendalikan oleh seorang pria misterius. Peristiwa ini bermula dari perkenalan […]

  • Libur Nataru di Bekasi: Tiga Jalan Ini Diprediksi Macet, Waspada!

    Libur Nataru di Bekasi: Tiga Jalan Ini Diprediksi Macet, Waspada!

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 diprediksi akan membawa lonjakan volume kendaraan di Kota Bekasi. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menyebutkan bahwa tiga ruas jalan utama berpotensi mengalami kemacetan, yaitu Jalan Ahmad Yani, Jalan Raya Pekayon, dan Jalan Raya Cut Meutia. Penyebab Kemacetan dan Antisipasi dari Dishub Ketiga ruas […]

  • Liburan Berujung Duka: Mobil Keluarga dari Cikarang Masuk Jurang di Cianjur, Satu Tewas

    Liburan Berujung Duka: Mobil Keluarga dari Cikarang Masuk Jurang di Cianjur, Satu Tewas

    • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Insiden tragis terjadi pada malam Sabtu, 5 April 2025 sekitar pukul 23.20 WIB. Rombongan keluarga asal Kampung Rengas 10, Desa Labansari, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, yang sedang dalam perjalanan menuju Cianjur untuk berlibur, mengalami kecelakaan di Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur. Mobil yang mereka tumpangi, yakni Daihatsu Granmax, terjun ke jurang. […]

  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan tiga langkah strategis untuk menangani banjir yang terus berulang di wilayah Bekasi dan kawasan penyangga Jakarta.

    Tiga Langkah Dedi Mulyadi Atasi Banjir Bekasi: Stop Perumahan di Lahan Terlarang hingga Bangun Danau Cibeet

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengatasi banjir yang terus berulang di wilayah Bekasi dan kawasan penyangga Jakarta. Kebijakan tersebut difokuskan pada pembenahan tata ruang yang selama ini dinilai menyimpang akibat masifnya alih fungsi lahan, mulai dari sawah, rawa, hingga bantaran sungai. Dedi menegaskan, banjir di Bekasi bukan […]

  • KDM minta anggaran pemerintah dibuka transparan hingga tingkat desa.

    KDM Instruksikan Transparansi Anggaran hingga Desa, Warga Jabar Diminta Ikut Mengawasi

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk membuka penggunaan anggaran secara transparan kepada publik. Kebijakan ini mencakup seluruh jenis belanja pemerintah, termasuk dana desa, yang selama ini kerap menjadi sorotan masyarakat. Instruksi tersebut tertuang dalam surat edaran […]

expand_less