267 Santri Ikuti Wisuda Akbar Khotmil Qur’an di Cikarang, Pemkab Bekasi Tekankan Penguatan Karakter
- account_circle T.T
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Sebanyak 267 santri dari 18 rumah tahfizh mengikuti Wisuda Akbar Khotmil Qur’an di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
INFO CIKARANG — Sebanyak 267 santri penghafal Al-Qur’an dari 18 rumah tahfizh se-Kabupaten Bekasi mengikuti Wisuda Akbar Khotmil Qur’an yang digelar di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperkuat karakter generasi muda melalui pendekatan keagamaan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengatakan bahwa khatam Al-Qur’an bukan sekadar pencapaian hafalan, melainkan juga mencerminkan proses panjang dalam membangun ketekunan dan kedisiplinan.
“Ini bukan hanya soal hafalan, tapi bagaimana proses itu membentuk ketahanan diri dan komitmen dalam belajar,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang terus berubah dan dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Endin juga menekankan pentingnya keberadaan rumah tahfizh sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Ia menyebut, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan karakter masyarakat.
“Rumah tahfizh memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan moral generasi muda,” katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Rumah Tahfizh Kabupaten Bekasi, Ahmad Ridho, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan 18 lembaga tahfizh dari berbagai wilayah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus mendapat dukungan dari berbagai pihak agar pembinaan santri berjalan berkelanjutan.
“Harapannya para santri bisa terus menambah hafalan, dari satu juz menjadi lebih banyak lagi,” ujarnya.
Ahmad juga menyoroti pentingnya pemerataan pembinaan di seluruh wilayah, mengingat rumah tahfizh memiliki pola belajar yang berbeda dengan pesantren karena sebagian besar santri tidak menetap.
Para peserta berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah di Kabupaten Bekasi. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis Al-Qur’an.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar lembaga tahfizh dalam mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter dan berdaya saing.
- Penulis: T.T



Saat ini belum ada komentar