Breaking News
light_mode

Instruksi Transparansi Dedi Mulyadi Jadi Ujian Birokrasi Daerah, Pemkab Bekasi Pilih Rapikan Dulu Anggaran

  • account_circle Tekad Triyanto
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
  • comment 0 komentar
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat memberikan keterangan terkait transparansi anggaran.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat memberikan keterangan terkait transparansi anggaran.

INFO CIKARANG — Instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar seluruh pemerintah daerah membuka penggunaan anggaran melalui media sosial bukan sekadar imbauan administratif.

Kebijakan itu menjadi ujian terbuka bagi kesiapan birokrasi daerah dalam menghadapi tuntutan transparansi publik yang kian keras.

Di Kabupaten Bekasi, instruksi tersebut disambut dengan sikap hati-hati.

Pemerintah daerah menyatakan dukungan, namun sekaligus memberi sinyal bahwa keterbukaan anggaran belum bisa dilakukan secara instan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat.

Namun menurutnya, membuka data anggaran ke publik perlu didahului pembenahan internal birokrasi.

“Saya sedang merapikan birokrasi dulu. Dinas-dinas kita rapikan satu per satu. Setelah itu baru kita umumkan,” kata Asep dalam keterangannya dikutip Rabu (7/1/2026).

Transparansi yang Ditunda, Bukan Ditolak

Asep menegaskan, langkah ‘merapikan’ bukan berarti menolak keterbukaan.

Ia menyebut pembenahan dilakukan agar saat anggaran dipublikasikan, tidak menimbulkan polemik baru akibat data yang belum tertata rapi.

Pembenahan itu, menurut Asep, akan dimulai dari dinas-dinas strategis yang bersentuhan langsung dengan pendapatan daerah.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menjadi salah satu contoh yang dinilai telah menunjukkan kinerja positif.

Ia menyebut realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik bahkan telah melampaui target.

“Realisasinya sudah mencapai 104 persen. Itu capaian yang lumayan dan tentu akan kita beri apresiasi,” ujarnya.

Namun di balik capaian tersebut, Asep juga mengakui masih terdapat pekerjaan rumah lama yang belum terselesaikan, khususnya di sektor retribusi daerah.

Retribusi Parkir dan Masalah Lama Pendapatan Daerah

Salah satu sektor yang disorot adalah retribusi parkir, yang terakhir kali mengalami penyesuaian pada 2015.

Menurut Asep, tarif dan skema retribusi saat ini sudah tidak lagi relevan dengan kondisi lapangan.

Penyesuaian tarif, kata dia, tengah dipertimbangkan sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya ingin retribusi ditambahkan lagi supaya pendapatan parkir makin banyak,” kata Asep.

Langkah evaluasi juga akan menyasar Perumda Tirta Bhagasasi serta dinas-dinas lain yang berkontribusi pada penerimaan daerah.

Setelah pembenahan internal, Pemkab Bekasi berencana membuka dialog lanjutan dengan pengelola kawasan industri yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Anggaran Besar, Tuntutan Publik Makin Kuat

Secara angka, kondisi keuangan Kabupaten Bekasi terbilang kuat. APBD 2026 tercatat mencapai Rp7,7 triliun.

Dari jumlah tersebut, PAD menyumbang Rp4,3 triliun, dana transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp2,9 triliun, dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sekitar Rp400 miliar.

Selain itu, Asep juga menyinggung Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang masih tersedia.

Pada tahun sebelumnya, Silpa tercatat Rp422 miliar, sementara pada 2025 berada di kisaran Rp392 miliar.

“Alhamdulillah, Silpa masih bisa menutup kebutuhan ke depan,” ujarnya.

Asep tak menampik bahwa kebijakan transparansi anggaran juga berkaitan erat dengan menurunnya kepercayaan publik terhadap birokrasi daerah.

Ia mengakui, upaya pembenahan dilakukan tidak hanya untuk publik, tetapi juga untuk membangun kembali kepercayaan di internal pemerintahan.

“Kepercayaan ini sempat menurun. Makanya saya datangi langsung dinas-dinas supaya mereka lebih percaya diri,” katanya.

Ke depan, Pemkab Bekasi berencana membentuk tim khusus, memanggil dinas-dinas terkait, dan secara bertahap mengumumkan penggunaan anggaran kepada publik melalui media sosial, sebagaimana instruksi Gubernur Jawa Barat.

  • Penulis: Tekad Triyanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Serentak Buruh Bekasi di May Day 2025: Ribuan Orang Bergerak Menuju Monas

    Aksi Serentak Buruh Bekasi di May Day 2025: Ribuan Orang Bergerak Menuju Monas

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sebanyak 6.400 pekerja dari wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi diberangkatkan menuju Lapangan Monas, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada Kamis, 1 Mei 2025. Ribuan buruh ini berangkat menggunakan lebih dari seratus unit bus dan kendaraan roda dua dari 42 titik yang telah ditentukan, di bawah arahan masing-masing koordinator […]

  • Volume Sampah di Kabupaten Bekasi Melejit Usai Lebaran, Warga Masih Kerap Buang Sembarangan

    Volume Sampah di Kabupaten Bekasi Melejit Usai Lebaran, Warga Masih Kerap Buang Sembarangan

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Saat ini, menggunungnya volume tumpukan sampah di Kabupaten Bekasi menjadi masalah serius, terutama setelah momen Lebaran berakhir. Tercatat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sejak akhir Ramadan volume sampah mulai naik. Kenaikan tumpukan sampah ini terjadi khususnya pada Kamis, 27 Maret 2025, dengan jumlah yang mencapai 849 ton. Angka ini jauh di atas […]

  • Air Mata Warga Tambun Salah Eksekusi: Rumah Digusur, Hak Milik Masih Berlaku!

    Air Mata Warga Tambun Salah Eksekusi: Rumah Digusur, Hak Milik Masih Berlaku!

    • calendar_month Sen, 10 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Suasana haru dan penuh emosi menyelimuti Cluster Setia Mekar Residence 2, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, ketika Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menemui warga yang menjadi korban penggusuran. Lima warga yang menjadi korban salah eksekusi ini mendapat perhatian khusus dari Nusron. Dalam pertemuan tersebut, ia menjanjikan […]

  • Dampak Banjir Rob di Pesisir Bekasi: Ribuan Warga Butuh Obat dan Air Bersih

    Dampak Banjir Rob di Pesisir Bekasi: Ribuan Warga Butuh Obat dan Air Bersih

    • calendar_month Sel, 17 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Wilayah pesisir Kabupaten Bekasi kembali diterpa banjir rob yang merendam tiga kecamatan, yaitu Babelan, Tarumajaya, dan Muaragembong. Fenomena yang dimulai sejak Jumat (13/12/2024) ini berlangsung selama beberapa hari, dengan ketinggian air mencapai 80-100 cm di puncaknya pada Minggu (15/12/2024). Walau sebagian sudah mulai surut, genangan masih terlihat di sejumlah wilayah akibat air […]

  • Buron Sepekan, Tahanan Kasus Muncikari Ditangkap Saat Temui Pacar di Cikarang

    Buron Sepekan, Tahanan Kasus Muncikari Ditangkap Saat Temui Pacar di Cikarang

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kejaksaan Negeri Jakarta Utara berhasil menangkap kembali Januar Murdianto alias Jawir, seorang terdakwa kasus muncikari yang sempat melarikan diri usai sidang pada Selasa, 6 Mei 2025. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan seksi intelijen dan tindak pidana umum pada Senin, 12 Mei 2025, pukul 14.50 WIB, di kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Kepala […]

  • Merayakan 7 Tahun Perjalanan, Ayola Hotel Lippo Cikarang Gelar Syukuran dan Santunan Anak Yatim

    Merayakan 7 Tahun Perjalanan, Ayola Hotel Lippo Cikarang Gelar Syukuran dan Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG– Dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-7, Ayola Hotel Lippo Cikarang menggelar acara syukuran bersama seluruh staf serta kegiatan sosial berupa santunan anak yatim. Acara ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, diawali dengan doa bersama serta prosesi potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian dan perjalanan hotel selama tujuh tahun terakhir. […]

expand_less