Banjir Genangi 27 Desa di Kabupaten Bekasi, Ribuan KK Terdampak
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Kam, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar

BPBD Kabupaten Bekasi mencatat banjir masih menggenang 27 desa di 12 kecamatan.
INFO CIKARANG – Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi sejak Minggu (18/1/2026) dini hari hingga kini masih belum sepenuhnya surut.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Puslop PB) BPBD Kabupaten Bekasi, sampai Kamis (22/1/2026) genangan air masih terjadi di 27 desa yang tersebar di 12 kecamatan.
Ketinggian muka air di sejumlah wilayah dilaporkan bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter. Beberapa desa bahkan mengalami genangan cukup parah.
Di antaranya Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, dengan tinggi muka air (TMA) berkisar 20–110 sentimeter.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, dengan TMA 50–110 sentimeter, serta Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, yang tergenang hingga 30–120 sentimeter.
Banjir ini diperparah oleh jebolnya tanggul Sungai Citarum di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, pada Senin (19/1/2026) malam.
Akibat tanggul jebol tersebut, air sungai meluap dan merendam permukiman warga dengan ketinggian air antara 10 hingga 100 sentimeter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan jumlah warga terdampak cukup signifikan.
Dari pendataan sementara, tercatat sebanyak 16.858 kepala keluarga terdampak akibat banjir yang terjadi di berbagai wilayah.
“Data sementara populasi yang terdampak mencapai 16.858 kepala keluarga. Sementara warga yang mengungsi tersebar di 10 titik pos pengungsian dengan jumlah sekitar 777 kepala keluarga,” ujar Dodi.
Untuk menangani dampak banjir, BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur relawan dan instansi terkait terus bersiaga di lapangan.
Sejumlah personel dari BPBD, BRIMOB, PMI, TNI/Polri, hingga Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB), Destana, dan Katana turut dikerahkan membantu proses penanganan darurat.
“Langkah-langkah yang sudah dilakukan meliputi pendataan warga terdampak, evakuasi korban, serta distribusi bantuan logistik. Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas dan instansi teknis terkait untuk penanganan lanjutan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mendorong adanya penanganan permanen terhadap tanggul Sungai Citarum yang kerap jebol, khususnya di wilayah Muaragembong, agar banjir serupa tidak terus berulang dan semakin merugikan masyarakat.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar