Dari Viral ke Produktif, Patung Ikan Gabus Disulap Jadi Penggerak UMKM Tambun Utara
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Patung Ikan Gabus di Tambun Utara kini menjadi ikon UMKM dan kuliner untuk mendorong ekonomi warga setempat.
INFO CIKARANG — Patung Ikan Gabus yang sempat menyita perhatian publik karena berdiri di kawasan exit Tol Gabus, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, kini tak lagi sekadar objek perbincangan warganet.
Patung tersebut dialihkan fungsinya menjadi ikon kawasan UMKM dan kuliner untuk mendorong perekonomian warga setempat.
Sebelumnya, Patung Ikan Gabus ramai diperbincangkan setelah sebuah video yang diunggah akun Instagram @infobekasi ditonton lebih dari satu juta kali.
Penempatannya di tengah persimpangan jalan dekat pintu tol menuai beragam reaksi, mulai dari kritik hingga candaan di media sosial.
Seiring dilakukan evaluasi penataan kawasan, patung itu kemudian dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih representatif.
Di tempat baru, Patung Ikan Gabus dirancang sebagai penanda kawasan usaha mikro dan kuliner yang diharapkan mampu menarik arus pengunjung dari dan menuju Tol Gabus.
Tokoh masyarakat Tambun Utara, Drahim Sada, menilai ikan gabus bukan sekadar simbol, melainkan memiliki keterkaitan historis dengan wilayah tersebut.
Ia menyebut, kawasan Kampung Gabus pada masa lalu merupakan area rawa yang banyak ditumbuhi pohon gabusan.
“Di bawah akar pohon gabusan itu banyak ikan hidup. Dari situlah muncul sebutan ikan gabusan, yang kemudian dikenal sebagai ikan gabus,” ujar Drahim dalam keterangan resminya dikutip Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, viralnya Patung Gabus justru menjadi momentum positif untuk memperkenalkan identitas Tambun Utara kepada publik yang lebih luas.
Keberadaan exit Tol Gabus dinilai memberi keuntungan tersendiri bagi pengembangan ekonomi warga.
“Sekarang orang jadi tahu Kampung Gabus. Secara tidak langsung ini promosi wilayah sekaligus peluang bagi UMKM lokal,” katanya.
Ke depan, kawasan sekitar ikon Patung Gabus akan dikembangkan sebagai sentra kuliner dan UMKM dengan konsep Warung Gabus.
Lokasinya berada sekitar 150 meter dari exit Tol Gabus ke arah Tambelang dan ditargetkan mulai beroperasi sekitar H+10 setelah Lebaran.
Sementara itu, Camat Tambun Utara Najmuddin mengungkapkan bahwa pembangunan Patung Gabus sebelumnya tidak diusulkan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Hal itu lantaran status lahan yang belum jelas.
“Di Musrenbang tidak saya usulkan, karena status tanahnya belum jelas. Masa di tengah-tengah jalan,” ujarnya.
Najmuddin juga menilai keberadaan patung tersebut masih memunculkan pro dan kontra di masyarakat. Ia menyebut, ikon serupa di wilayah lain pun pernah mengalami penolakan.
“Apakah masyarakat setuju semua dengan gabus itu? Sayur gabus saja masih diperdebatkan. Patung lele dulu juga sampai dirobohkan,” tandasnya.
Meski menuai beragam pandangan, pengalihan fungsi Patung Ikan Gabus kini diarahkan agar lebih berdampak nyata, khususnya dalam pengembangan UMKM Tambun Utara berbasis kearifan lokal.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar