Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Anggaran Terbatas, Normalisasi Sungai di Kabupaten Bekasi Tertahan Meski Banjir Berulang

Anggaran Terbatas, Normalisasi Sungai di Kabupaten Bekasi Tertahan Meski Banjir Berulang

  • account_circle T.T
  • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
  • comment 0 komentar
Program normalisasi sungai di Kabupaten Bekasi terhambat keterbatasan anggaran dan belum jadi prioritas daerah.

Program normalisasi sungai di Kabupaten Bekasi terhambat keterbatasan anggaran dan belum jadi prioritas daerah.

INFO CIKARANG — Upaya penanganan banjir di Kabupaten Bekasi kembali menghadapi hambatan serius.

Program normalisasi sungai yang dinilai krusial untuk mengurangi risiko banjir di sejumlah kecamatan, belum bisa dijalankan maksimal akibat keterbatasan anggaran dan belum masuk daftar prioritas pembangunan daerah.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, mengakui percepatan normalisasi sungai hanya bisa dilakukan jika terjadi pergeseran skema anggaran.

Saat ini, sebagian besar proyek fisik baru dijadwalkan mulai berjalan pada triwulan ketiga tahun anggaran.

“Perlu ada pergeseran anggaran agar normalisasi sungai bisa dipercepat. Laporannya sudah kami sampaikan kepada Pak Plt Bupati Bekasi,” ujar Henri dalam keterangannya dikutip Rabu (11/2/2026).

Berdasarkan kajian awal dinas teknis, terdapat dua sungai utama yang menjadi penyumbang terbesar banjir di Kabupaten Bekasi, yakni Sungai Ciherang dan Sungai Cikarang–Bekasi–Laut (CBL).

Debit air yang tinggi ditambah sedimentasi membuat kedua sungai tersebut kerap meluap saat curah hujan meningkat.

Secara kewenangan, pengelolaan dua sungai besar itu berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menjalin kerja sama dengan BBWS agar proses penanganan dapat dilakukan secara kolaboratif.

“Polanya hampir sama seperti pembangunan Bendungan BSH-0. BBWS memberikan rekomendasi teknis, lalu pelaksanaannya dilakukan bersama Pemkab Bekasi. Arahan pimpinan memang meminta agar normalisasi ini disegerakan,” jelas Henri.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas SDA-BMBK, Agung Mulya, menyebut hasil kajian teknis pascabanjir menunjukkan daya tampung Sungai Ciherang dan CBL sudah jauh dari memadai, terutama di kawasan hilir yang kini padat permukiman.

Menurutnya, pertumbuhan perumahan di sepanjang bantaran sungai memperparah kondisi aliran air.

Akibatnya, sejumlah wilayah seperti Sukawangi, Tambun Utara, hingga Babelan menjadi daerah yang paling sering terdampak banjir.

“Sungai CBL sudah tidak memungkinkan menampung limpasan air permukiman. Normalisasi diperlukan untuk memperlancar aliran. Sungai Ciherang juga berpotensi meluap, sehingga perlu normalisasi sekaligus peninggian tanggul,” kata Agung.

Namun keterbatasan fiskal membuat penanganan banjir harus dilakukan secara selektif.

Dari total rencana kegiatan, sekitar 20 program normalisasi sungai terpaksa ditiadakan akibat pemangkasan anggaran.

“Anggaran kami dipangkas sekitar 30 persen dibanding tahun lalu. Karena itu, normalisasi hanya difokuskan pada titik-titik paling kritis seperti CBL dan Ciherang,” ujarnya.

Di sisi lain, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja telah mengajukan dukungan pendanaan ke pemerintah provinsi dan pusat, khususnya untuk penanganan banjir dan perbaikan tanggul.

Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat 16 titik tanggul jebol dan rawan yang membutuhkan penanganan segera.

Asep menegaskan, perbaikan tanggul tidak bisa dilakukan secara parsial. Penanganan harus dirancang menyeluruh dan berkelanjutan, mengingat peran vital tanggul dalam melindungi wilayah hilir dari banjir tahunan.

Dari sisi pembiayaan, penanganan akan ditempuh melalui skema kolaborasi lintas pemerintah, mulai dari APBD Kabupaten Bekasi, APBD Provinsi Jawa Barat, hingga dukungan teknis dan anggaran dari BBWS.

“Dengan sinergi anggaran ini, kami berharap penanganan tanggul dan normalisasi sungai bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” tandasnya.

  • Penulis: T.T

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi Surya Wijaya saat menjelaskan rencana revisi Perda Ketertiban Umum di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi.

    Sanksi Kurungan Dihapus, Pemkab Bekasi Beralih ke Denda untuk Pelanggar Ketertiban

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai mengkaji ulang aturan soal ketertiban umum. Salah satu perubahan yang cukup mencolok adalah rencana penghapusan sanksi kurungan bagi pelanggar. Revisi ini dilakukan terhadap Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Surya Wijaya, mengatakan penyesuaian […]

  • 102 Warga Laporkan Pemindaian Retina ke Worldcoin, Diskominfo Bekasi Buka Suara

    102 Warga Laporkan Pemindaian Retina ke Worldcoin, Diskominfo Bekasi Buka Suara

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bekasi diinformasikan telah menerima ratusan laporan masyarakat yang berkaitan dengan Worldcoin, di mana warga melakukan pemindaian retina melalui World App untuk kemudian mendapatkan uang. Sejak layanan pelaporan dibuka, sebanyak 102 laporan telah masuk dan terus dicatat oleh pihak berwenang. Ditegaskan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi […]

  • Tawuran Remaja di Cikarang Utara Gegerkan Warga, Diduga Libatkan Senjata Api

    Tawuran Remaja di Cikarang Utara Gegerkan Warga, Diduga Libatkan Senjata Api

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG– Aksi tawuran antar kelompok remaja kembali terjadi dan menggegerkan warga Desa Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial pada Sabtu (10/5/2025). Yang membuat peristiwa ini kian meresahkan, salah satu remaja dalam video terlihat menenteng benda yang diduga kuat merupakan senjata […]

  • Musdes Desa Bojongmangu bahas perubahan Kepdes terkait daftar peserta pengisian BPD.

    Musdes Bojongmangu Bahas Perubahan Kepdes untuk Pengisian BPD 2026–2034

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Desa Bojongmangu menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk membahas perubahan keputusan kepala desa sebagai dasar pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2026–2034. Kegiatan ini berlangsung di aula desa dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Perubahan tersebut tertuang dalam revisi Keputusan Kepala Desa Nomor 141/Kep.11-BJM/2026, yang merupakan pembaruan dari keputusan sebelumnya terkait daftar […]

  • Said Iqbal menyoroti ketimpangan UMP Jakarta yang dinilai kalah dari upah buruh Karawang.

    UMP DKI Jakarta Disoal Said Iqbal, Pramono Anung Langsung Buka Suara

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Polemik Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta kembali mencuat setelah Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal menyebut upah buruh di ibu kota kalah dibandingkan upah pekerja pabrik di Karawang, Jawa Barat. Pernyataan itu langsung mendapat respons dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pramono menegaskan bahwa besaran UMP DKI Jakarta masih […]

  • Infrastruktur Dibenahi, Kabupaten Bekasi Siap Genjot Produksi Gabah Nasional

    Infrastruktur Dibenahi, Kabupaten Bekasi Siap Genjot Produksi Gabah Nasional

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Barat. Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menargetkan produksi 500 ribu ton gabah kering pada tahun 2025, dan target ini bukan sekadar mimpi! Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Bekasi, Eem Lesmana Sari, target tersebut sangat realistis. Pasalnya, Kabupaten Bekasi memiliki […]

expand_less