Banjir Kian Meluas, Kabupaten Bekasi Masuk Status Siaga Bencana Hidrometeorologi
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Jum, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar

Pemkab Bekasi tetapkan status siaga bencana hidrometeorologi setelah banjir merendam 25 desa di 11 kecamatan.
INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi menyusul semakin meluasnya banjir yang merendam puluhan desa di sejumlah kecamatan.
Penetapan status siaga tersebut dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi setelah banjir dilaporkan terjadi di 25 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi hingga Kamis (22/1/2026) jumlah warga terdampak mencapai 20.775 kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu, 270 KK terpaksa mengungsi ke lima lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa meluasnya banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama serta luapan sungai di sejumlah wilayah.
“Debit air sungai meningkat signifikan sejak Kamis pagi akibat hujan deras yang merata. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan masuk ke permukiman warga,” ujar Dodi dalam keterangannya dikutip Jum’at (23/1/2026).
Wilayah terdampak banjir tersebar dari kawasan utara hingga tengah Kabupaten Bekasi. Kecamatan Muaragembong menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling luas, terutama di Desa Pantai Harapan Jaya dan Desa Jayasakti, dengan ketinggian air berkisar 20–40 sentimeter.
Di Kecamatan Babelan dan Tarumajaya, genangan air juga merendam permukiman warga. Desa Muara Bakti tercatat mengalami banjir setinggi 20–50 sentimeter, sementara Desa Buni Bakti, Hurip Jaya, Kedungjaya, dan Kedungpengawas terdampak dengan tinggi muka air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.
Banjir turut melanda wilayah Tambun dan Cibitung. Di Kecamatan Cibitung, genangan terjadi di Desa Wanajaya dan Desa Wanasari dengan ketinggian air mencapai 20–60 sentimeter.
Sementara di Kecamatan Cabangbungin, banjir merendam lima desa dengan tinggi air rata-rata 30–50 sentimeter.
Selain banjir, BPBD juga mencatat kejadian bencana lain. Angin kencang dilaporkan terjadi di Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, sementara tanah longsor terjadi di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan.
Dodi menegaskan, BPBD telah menyiagakan personel, peralatan evakuasi, serta logistik darurat di seluruh wilayah terdampak, serta terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan maupun desa.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika kondisi memburuk,” katanya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar