Bekasi Siapkan Voli Pasir untuk Porprov Jabar XV
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar

Pemkot Bekasi mematangkan kesiapan infrastruktur dan venue jelang Porprov Jabar XV.
INFO CIKARANG — Pemerintah Kota Bekasi terus mematangkan langkah sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV.
Di balik persiapan teknis cabang olahraga, pembangunan lapangan voli pasir di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, menjadi penanda arah kebijakan yang lebih luas.
Rabu (7/1/2026), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung progres pembangunan lapangan voli pasir di kawasan Stadion Mini Bantargebang.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana cabang olahraga voli pasir yang akan dipertandingkan dalam Porprov Jabar XV.
Tri didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi Arwani, Camat Bantargebang, lurah setempat, serta Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PDI Perjuangan H. Anton.
Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar agenda olahraga, melainkan proyek daerah yang bersinggungan langsung dengan kebijakan pembangunan, tata kota, dan pelayanan publik.
Fasilitas Atlet, Ruang Warga
Dalam keterangannya, Tri Adhianto menyebut pembangunan lapangan voli pasir sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi menuju konsep sport city, kota yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan manusia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan lapangan voli pasir ini menjadi bagian dari persiapan kita menyambut Porprov Jabar XV. Kita ingin atlet memiliki fasilitas yang representatif, sekaligus bisa dimanfaatkan masyarakat setelah Porprov selesai,” ujar Tri.
Pernyataan tersebut mencerminkan dua target strategis sekaligus. Di satu sisi, Bekasi dituntut tampil siap sebagai tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi.
Di sisi lain, pemerintah daerah berupaya memastikan fasilitas yang dibangun tidak berakhir sebagai infrastruktur musiman yang sepi pasca-event.
Pengalaman di banyak daerah menunjukkan, venue olahraga kerap megah saat perhelatan berlangsung, namun kehilangan fungsi setelahnya.
Bekasi mencoba menghindari jebakan tersebut dengan menempatkan lapangan voli pasir di kawasan yang sejak awal dirancang sebagai ruang publik.
Pemilihan Bantargebang sebagai lokasi pembangunan juga menyimpan pesan simbolik. Selama bertahun-tahun, kawasan ini lebih dikenal sebagai wilayah penyangga Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Hadirnya fasilitas olahraga berskala Porprov menjadi upaya Pemkot Bekasi menggeser narasi Bantargebang dari “wilayah beban kota” menjadi bagian dari pusat aktivitas dan kebanggaan warga.
Kepala Dispora Kota Bekasi, Arwani, menyebut lapangan voli pasir dibangun sesuai standar teknis pertandingan Porprov, namun tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Lapangan ini disiapkan untuk pertandingan resmi, tetapi juga dirancang agar bisa dimanfaatkan untuk latihan atlet dan kegiatan olahraga warga,” katanya.
Anggota DPRD Kota Bekasi, H. Anton, menilai pembangunan fasilitas olahraga di tingkat kelurahan dan kecamatan memiliki nilai strategis jangka panjang.
Menurutnya, olahraga tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda dan penguatan kohesi sosial.
“Kalau fasilitasnya ada dan terawat, anak-anak muda punya ruang untuk beraktivitas positif. Ini investasi sosial, bukan sekadar proyek Porprov,” ujarnya.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar