Pengguna KRL Keluhkan Rencana Penutupan Pintu Selatan Stasiun Bekasi, Dinilai Bukan Solusi Kemacetan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Ming, 18 Jan 2026
- comment 0 komentar

Aktivitas penumpang Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi yang terdampak rencana penutupan pintu selatan.
INFO CIKARANG – Rencana penutupan pintu selatan Stasiun Bekasi menuai keberatan dari sejumlah pengguna Commuter Line. Kebijakan yang sempat diwacanakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi sejak November 2025 itu dinilai belum menyentuh akar persoalan kemacetan dan parkir di kawasan stasiun.
Salah satu pengguna KRL, Mamat Abdurrahman (28), menilai penutupan akses tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Menurutnya, keterbatasan lahan parkir di dalam area stasiun membuat banyak pengguna tetap memarkir kendaraan di sisi selatan.
“Kalau pintu selatan ditutup, saya rasa parkir tetap ada di sana. Soalnya parkiran di dalam stasiun juga terbatas,” ujar Mamat dalam keterangannya dikutip Minggu (18/1/2026).
Ia menambahkan, kebijakan tersebut akan menyulitkan pengguna yang selama ini mengandalkan akses selatan, terutama dari sisi jarak tempuh yang menjadi lebih jauh.
“Kalau parkir di selatan tapi pintunya ditutup, jalannya jadi muter dan cukup jauh,” katanya.
Mamat berharap pemerintah daerah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat menghadirkan solusi yang lebih komprehensif, khususnya terkait penataan parkir.
Ia mengusulkan penyediaan lahan parkir yang lebih luas, aman, serta dengan tarif yang terjangkau agar pengguna tidak lagi memarkir kendaraan di luar area stasiun.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna KRL lainnya, Duta (31). Ia menilai penutupan pintu selatan belum tepat dilakukan karena masih banyak pengguna yang bergantung pada akses tersebut, termasuk pengendara motor dan penjemput penumpang.
“Kalau ditutup, kasihan yang jemput. Harus muter jauh sampai ke Jalan Perjuangan,” ujarnya.
Duta menilai kemacetan di sekitar Stasiun Bekasi memang sudah menjadi persoalan harian.
Namun, menurutnya, penanganan yang dilakukan seharusnya bersifat jangka panjang.
“Kecuali sudah ada underpass atau flyover, itu baru bisa jadi solusi yang saling menguntungkan,” katanya.
Sebelumnya, PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan rencana penutupan akses keluar-masuk pintu selatan Stasiun Bekasi yang terhubung langsung dengan Jalan Ir H Juanda.
Uji coba penutupan dijadwalkan mulai 28 November 2025 pukul 00.01 WIB sebagai bagian dari upaya penataan lalu lintas di kawasan stasiun yang kerap padat.
Hingga kini, wacana tersebut masih menjadi perbincangan di kalangan pengguna KRL, yang berharap kebijakan penataan transportasi di Stasiun Bekasi dapat dilakukan secara matang tanpa mengorbankan kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar