Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » RSUD Bekasi Dituding Bangkrut, Manajemen Langsung Buka Suara

RSUD Bekasi Dituding Bangkrut, Manajemen Langsung Buka Suara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
  • comment 0 komentar
Isu RSUD CAM Kota Bekasi tutup mendadak menyebar dan memicu keresahan warga.

Isu RSUD CAM Kota Bekasi tutup mendadak menyebar dan memicu keresahan warga.

INFO CIKARANG — Isu “gulung tikar” yang menyeret nama RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi mencuat dan menyebar cepat di ruang publik.

Narasi tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar kabar rumah sakit milik pemerintah daerah itu menanggung utang hingga Rp70 miliar.

Namun, manajemen RSUD CAM menegaskan bahwa informasi tersebut menyesatkan dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Manajemen memastikan hingga kini seluruh layanan kesehatan di RSUD CAM tetap berjalan normal.

Aktivitas pelayanan pasien, operasional tenaga medis, serta fungsi rumah sakit sebagai fasilitas rujukan masih berlangsung tanpa gangguan.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD CAM, Yuli Swastiawati, S.H., M.Si., yang juga menjabat sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), menegaskan bahwa istilah “bangkrut” tidak berdasar dan cenderung membangun kepanikan publik.

“Sampai hari ini RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid tetap beroperasi normal. Pelayanan berjalan, pasien dilayani, dan tenaga kesehatan bekerja seperti biasa,” ujarnya, dikutip Rabu (14/1/2026).

Utang Rp70 Miliar Bukan Ancaman Operasional

Yuli menjelaskan, angka Rp70 miliar yang ramai diberitakan bukanlah utang mendadak yang membuat rumah sakit berada di ambang penutupan.

Nilai tersebut merupakan kewajiban administrasi yang terakumulasi dari tahun-tahun sebelumnya dan tercatat secara resmi dalam sistem keuangan rumah sakit.

Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD CAM memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dengan tetap berada di bawah pengawasan Pemerintah Kota Bekasi.

Proses penyelesaian kewajiban tersebut saat ini berjalan sesuai mekanisme yang berlaku dan tidak mengganggu layanan medis.

“Ini bukan kondisi darurat atau kebocoran keuangan. Ini proses penataan administrasi yang sedang berjalan,” tegas Yuli.

Tetap Melayani Meski Klaim Tak Selalu Dibayar

Manajemen juga mengungkap tantangan lain yang jarang disorot publik. RSUD CAM merupakan rumah sakit rujukan yang melayani mayoritas pasien dari kalangan masyarakat tidak mampu, baik melalui BPJS Kesehatan maupun pasien tanpa identitas yang ditanggung melalui skema LKM-NIK.

Dalam praktiknya, tidak semua layanan yang sudah diberikan dapat diklaim ke penjamin.

Pengetatan kriteria kegawatdaruratan BPJS membuat sejumlah klaim ditolak meski pasien telah mendapatkan tindakan medis.

“Pasien datang dalam kondisi butuh pertolongan. Rumah sakit tidak mungkin menolak. Soal klaim, itu urusan belakangan,” kata Yuli.

Situasi ini berdampak pada arus kas rumah sakit, namun tidak menghentikan komitmen RSUD CAM dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Langkah Strategis Manajemen

Untuk menjaga keberlanjutan layanan, manajemen RSUD CAM telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Di antaranya adalah koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Bekasi guna menyelesaikan kewajiban keuangan secara transparan dan akuntabel.

Selain itu, efisiensi operasional dilakukan berdasarkan rekomendasi Inspektorat Kota Bekasi dan persetujuan Dewan Pengawas.

Langkah efisiensi tersebut dipastikan tidak mengorbankan mutu pelayanan medis kepada masyarakat.

Manajemen juga melakukan rasionalisasi belanja, termasuk penyesuaian pada belanja pegawai tertentu, dengan penegasan bahwa pegawai administrasi BLUD tidak terdampak kebijakan tersebut.

Bukan Sekarat, Tapi Berbenah

Manajemen RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi menegaskan komitmen penuh untuk terus melayani masyarakat.

Isu gulung tikar ditepis dengan fakta bahwa rumah sakit tetap beroperasi, berbenah, dan menjalankan fungsi pelayanan publiknya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi penangkapan pelaku perampokan. Seorang pemuda berinisial ARM (20) ditangkap polisi setelah diduga merampok minimarket di Bekasi Selatan dan membawa kabur uang tunai Rp12,1 juta.

    Sempat Todong Kasir Pakai Benda Mirip Pistol, Perampok Minimarket di Bekasi Akhirnya Diciduk di Cikarang

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pelarian pelaku perampokan minimarket di wilayah Bekasi Selatan akhirnya berakhir. Seorang pemuda berinisial ARM (20) berhasil diringkus jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Cikarang pada Jumat malam. Penangkapan tersebut dilakukan hanya berselang satu hari setelah aksi perampokan yang terjadi di sebuah minimarket di Jalan Surya Raya, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan […]

  • Masuk Lewat Jendela, Pria Pengangguran di Sukakarya Kepergok Curi Ponsel dan Diduga Coba Perkosa Korban

    Masuk Lewat Jendela, Pria Pengangguran di Sukakarya Kepergok Curi Ponsel dan Diduga Coba Perkosa Korban

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Pelaku pencurian ponsel diduga nyaris lakukan kekerasan seksual.INFO CIKARANG — Aksi kriminal terjadi di Kampung Pembetokan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Seorang pria pengangguran yang biasa dipanggil Boy kepergok mencuri handphone di dalam rumah warga dan diduga nyaris melakukan pemerkosaan terhadap korban, seorang perempuan, pada Minggu (21/12/2025). Peristiwa itu bermula ketika pelaku masuk ke […]

  • Lebaran Bekasi, Ajang Silaturahmi dengan Nyorog dan Atraksi Budaya

    Lebaran Bekasi, Ajang Silaturahmi dengan Nyorog dan Atraksi Budaya

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG– Lebaran di Bekasi bukan hanya soal kumpul keluarga dan makan ketupat. Di sini, ada perayaan budaya yang meriah, yaitu Lebaran Bekasi. Festival ini menjadi ajang unjuk kekayaan tradisi dan kesenian yang menyatukan warga dari berbagai latar belakang. Salah satu tradisi utama dalam Lebaran Bekasi adalah nyorog. Tradisi ini dilakukan dengan saling berbagi makanan […]

  • PLT Bupati Bekasi bersama mahasiswa.

    Mahasiswa dan Pemkab Bekasi Bahas Satgas PAD hingga Forum CSR, PLT Bupati Bekasi: Harus Ada Solusi Nyata

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menyambut positif keterlibatan aktivis mahasiswa dalam membantu merumuskan solusi atas berbagai persoalan daerah di Kabupaten Bekasi. Pertemuan yang digelar pada Rabu (6/5/2026) di kawasan Cikarang Utara itu menjadi tindak lanjut dari audiensi dan aksi demonstrasi mahasiswa yang sebelumnya mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah daerah. Informasi […]

  • Usai diperiksa KPK, Ade Kuswara Kunang titip pesan ke Gubernur Jabar.

    Pesan Singkat Ade Kuswara untuk Dedi Mulyadi Usai Diperiksa KPK

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang menitipkan pesan singkat kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Ade tampak mengenakan rompi tahanan KPK dan enggan memberikan penjelasan terkait materi pemeriksaan yang baru saja dijalaninya. Ketika ditanya mengenai kondisi […]

  • Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memimpin apel pagi sekaligus halal bihalal pasca Lebaran.

    Pemkab Bekasi Jamin PPPK Tetap Aman, ASN Diminta Tingkatkan Kinerja di Tengah Defisit Anggaran

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) meski kondisi keuangan daerah sedang tertekan. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memastikan bahwa tidak akan ada pemutusan kontrak PPPK akibat defisit anggaran yang saat ini mencapai Rp649 miliar. “Kami tidak ingin PPPK terdampak. Karena […]

expand_less