Warga Jayasampurna Tuntut Hak: Sudah Bayar Rp2 Miliar ke PDAM Bekasi, Tapi Air Tak Kunjung Terpasang
- account_circle Kurniawan
- calendar_month Sel, 9 Des 2025
- comment 0 komentar

Warga Jayasampurna lakukan aksi di depan kantor PDAM Tirta Bhagasasi. Dok: infocikarang.id
Warga perumahan Jayasampurna, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi protes menuntut hak atas pasokan air bersih yang belum juga terpasang, meski mereka telah membayar sebesar Rp2 miliar kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bekasi.
Dalam aksi yang berlangsung di depan kantor PDAM setempat, warga menyampaikan kekecewaan mereka atas janji yang tak ditepati. “Kami sudah bayar lunas, bahkan lebih dari satu tahun lalu, tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda pemasangan pipa atau distribusi air,” ujar salah satu perwakilan warga, Ibu Dwijaya, yang didampingi puluhan tetangganya.
Pembayaran sebesar Rp2 miliar tersebut dilakukan sebagai bagian dari program penyambungan air bersih massal yang dijanjikan PDAM Kabupaten Bekasi. Namun, hingga kini, warga masih terpaksa mengandalkan air galon dan sumur bor pribadi yang tidak layak konsumsi jangka panjang.
“Kami bukan minta gratis, kami sudah bayar. Kami hanya ingin hak kami dipenuhi. Kalau memang tidak bisa, kembalikan uang kami,” tegas ibu Dwijaya.
Pihak PDAM Kabupaten Bekasi belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan warga. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memediasi permasalahan ini, agar kebutuhan dasar air bersih dapat segera terpenuhi. Mereka juga meminta transparansi terkait penggunaan dana yang telah dibayarkan.
- Penulis: Kurniawan



Saat ini belum ada komentar