Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Dugaan Penyimpangan TKD Desa Karang Baru, Alumni FH UPB Minta Kejaksaan Bongkar Aset dan Aliran Dana

Dugaan Penyimpangan TKD Desa Karang Baru, Alumni FH UPB Minta Kejaksaan Bongkar Aset dan Aliran Dana

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
  • comment 0 komentar
​Perwakilan IKA FH UPB saat melaporkan dugaan penyimpangan pengelolaan Tanah Kas Desa Karang Baru ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

​Perwakilan IKA FH UPB saat melaporkan dugaan penyimpangan pengelolaan Tanah Kas Desa Karang Baru ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

INFO CIKARANG – Pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, tengah menjadi sorotan serius.

Dugaan adanya penyimpangan pengelolaan aset desa tersebut kini memasuki ranah hukum setelah Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Pelita Bangsa (IKA FH UPB) melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

Langkah hukum ini diambil menyusul keluhan warga yang sejak lama mempertanyakan transparansi pengelolaan tanah kas desa.

Warga menilai aset desa yang semestinya menjadi sumber pendapatan bagi desa justru tidak memberikan dampak nyata bagi keuangan desa maupun kesejahteraan masyarakat.

Tanah kas desa diketahui merupakan salah satu aset vital yang dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).

Namun di Desa Karang Baru, masyarakat menilai pemanfaatan tanah tersebut terkesan tertutup dan tidak pernah dilaporkan secara terbuka dalam dokumen keuangan desa.

Sekretaris IKA FH UPB, Riyanto, menyampaikan bahwa laporan yang diajukan ke kejaksaan berangkat dari pengaduan masyarakat serta hasil penelaahan awal dari sisi hukum.

“Kami menerima banyak keluhan dari warga yang mempertanyakan keberadaan dan pemanfaatan tanah kas desa. Dari kajian awal, ditemukan indikasi yang patut didalami oleh aparat penegak hukum,” ujar Riyanto.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dugaan perubahan atau pengurangan luas tanah kas desa tanpa kejelasan dasar hukum.

Selain itu, hasil pemanfaatan tanah tersebut juga diduga tidak pernah masuk ke kas desa dan tidak tercermin dalam APBDes.

“Jika tanah kas desa dimanfaatkan, seharusnya ada pemasukan yang jelas dan tercatat. Faktanya, masyarakat tidak pernah mengetahui adanya kontribusi dari aset tersebut untuk desa,” katanya.

Riyanto menegaskan, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena tanah kas desa merupakan aset publik yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ketika aset desa berkurang atau dimanfaatkan tanpa kejelasan dan hasilnya tidak dirasakan masyarakat, maka itu menjadi persoalan hukum,” ujarnya.

Atas dasar temuan awal tersebut, IKA FH UPB menilai adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum Kepala Desa Karang Baru.

Dugaan tersebut dinilai berpotensi melanggar ketentuan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Jika terbukti ada pengurangan aset dan hasil pemanfaatannya tidak masuk ke kas desa, maka unsur perbuatan melawan hukum dan kerugian negara patut diuji,” tegas Riyanto.

IKA FH UPB pun mendesak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi agar tidak berhenti pada penerimaan laporan semata.

Mereka meminta aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap aset tanah kas desa, memeriksa dokumen APBDes lintas tahun, serta menelusuri aliran dana hasil pemanfaatan tanah tersebut.

Senada, Ketua IKA FH UPB, Magfurur Rochim, menilai lemahnya pengawasan terhadap aset desa dapat membuka ruang praktik korupsi di tingkat pemerintahan desa.

“Pengelolaan aset desa yang tertutup adalah pintu masuk penyimpangan. Jika laporan masyarakat diabaikan, maka potensi kerugian negara akan terus berulang,” kata Magfurur.

Ia menegaskan bahwa tanah kas desa pada hakikatnya adalah milik masyarakat yang pengelolaannya wajib dilindungi oleh negara.

“Tanah kas desa bukan milik pribadi. Jika dikuasai dan hasilnya tidak dikembalikan kepada desa, itu merupakan pelanggaran serius terhadap kepentingan publik,” ujarnya.

IKA FH UPB berharap Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi dapat menangani perkara ini secara profesional dan transparan, sekaligus memberikan efek jera agar pengelolaan aset desa ke depan lebih terbuka dan bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Karang Baru maupun Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menuntut penurunan harga BBM dan evaluasi program pemerintah, Kamis (18/6/2026).

    Emak-Emak Turun ke Jalan! Ratusan Perempuan Indonesia Tuntut Stop MBG dan Harga BBM Diturunkan

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Ratusan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (18/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan tuntutan agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak menjawab persoalan utama masyarakat saat ini. Meski harus berpanas-panasan di bawah […]

  • Petugas Polsek Setu membantu perempuan asal Pemalang yang diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja setelah ditelantarkan di Bekasi tanpa bekal dan telepon genggam.

    Nekat Merantau ke Setu Bekasi Demi Kerja, Perempuan Asal Pemalang Malah Ditelantarkan dan Kehilangan HP

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Harapan untuk mendapatkan pekerjaan di Bekasi justru berujung pengalaman pahit bagi seorang perempuan muda asal Pemalang, Jawa Tengah. Perempuan bernama Yuli (25) itu diduga menjadi korban penipuan berkedok tawaran pekerjaan setelah ditelantarkan oleh temannya di wilayah Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Peristiwa tersebut akhirnya mendapat perhatian dari jajaran Polsek Setu yang turun tangan […]

  • Detik-detik sebuah minibus Toyota Avanza mengalami kecelakaan di kawasan Tol Tegal Danas pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

    Lakalantas di Tol Tegal Danas Sabtu Pagi, Minibus Avanza Alami Kecelakaan

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di kawasan Tol Tegal Danas pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah mobil minibus Toyota Avanza mengalami kecelakaan di kawasan jalan tol. Kondisi kendaraan tampak mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut. […]

  • Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menerima audiensi Aliansi Buruh Bekasi Melawan bersama unsur Forkopimda di Gedung Bupati Bekasi, Rabu (13/5/2026).

    Pemkab Bekasi Terima Aspirasi Buruh, Soroti Outsourcing hingga Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi menerima audiensi dan penyampaian aspirasi dari Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) Kabupaten/Kota Bekasi bersama unsur Forkopimda di Ruang Rapat KH Mamun Nawawi, Gedung Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (13/5/2026). Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang membahas sejumlah persoalan ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Bekasi. […]

  • Warga Blendung Babelan Tantang Transparansi Polisi Terkait Kasus Obat Keras

    Warga Blendung Babelan Tantang Transparansi Polisi Terkait Kasus Obat Keras

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG– Kampung Blendung di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mendadak menjadi perhatian setelah pernyataan kontroversial dari Kapolsek Babelan. Dalam sebuah proses evakuasi terhadap penjual obat keras yang sempat menodongkan senjata tajam ke warga, Kapolsek menyatakan tidak ada barang bukti obat keras golongan G yang ditemukan. Namun, pernyataan ini langsung menuai respons keras […]

  • Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bekasi melonjak hingga Rp90 ribu per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

    Harga Cabai Makin Pedas! Rawit Merah di Kabupaten Bekasi Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Warga Kabupaten Bekasi harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur. Dalam beberapa pekan terakhir, harga sejumlah komoditas pangan strategis mengalami kenaikan cukup signifikan, mulai dari cabai, bawang hingga daging sapi. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini dijual hingga Rp90 ribu per kilogram di beberapa pasar tradisional. […]

expand_less