Cikarang Masih Jadi Magnet Pencari Kerja, Urbanisasi Terus Meningkat
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- comment 0 komentar

Kawasan industri Cikarang terus didatangi ribuan pendatang dari berbagai wilayah Indonesia yang mencari pekerjaan dan penghidupan layak di Kabupaten Bekasi.
INFO CIKARANG — Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terus menjadi magnet bagi para pencari kerja dari berbagai daerah di Indonesia.
Ribuan warga pendatang datang dan menetap di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara ini dengan harapan memperoleh pekerjaan dan upah yang lebih layak per, Selasa (20/1/2026).
Fenomena tersebut menunjukkan kuatnya daya saing ekonomi Cikarang dibandingkan banyak wilayah lain.
Tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi yang pada 2026 hampir menembus Rp6 juta, ditambah keberadaan puluhan kawasan industri serta pabrik berskala nasional hingga internasional, menjadikan Cikarang sebagai tujuan utama para perantau.
Sejumlah pendatang mengaku terpaksa meninggalkan kampung halaman karena upah di daerah asal dinilai terlalu kecil dan tidak mencukupi kebutuhan hidup.
Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa pemerintah daerah asal belum mampu menghadirkan kesejahteraan bagi warganya, sehingga mereka harus merantau ke daerah lain demi penghasilan yang lebih tinggi.
Derasnya arus urbanisasi ke Cikarang juga mencerminkan ketimpangan pembangunan antar daerah.
Konsistensi pembangunan sektor industri membuat Cikarang terus menarik pendatang, sementara di sisi lain, banyak daerah masih kesulitan membuka lapangan kerja dan menarik investasi.
Meski membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, lonjakan penduduk pendatang turut menghadirkan tantangan baru.
Mulai dari meningkatnya kepadatan penduduk, kebutuhan hunian yang terus bertambah, hingga potensi persoalan sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah diharapkan mampu mengelola dampak urbanisasi tersebut secara bijak, tanpa mengurangi daya tarik investasi dan kesempatan kerja yang selama ini menjadi kekuatan utama Cikarang.
Fenomena ini juga menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah asal para perantau agar lebih serius membangun iklim investasi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga warganya tidak harus pergi jauh demi mencari penghidupan yang layak.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar