Developer PT Budi Langgeng Persada Setujui 8 Tuntutan Warga Villa Kencana Cikarang
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Developer PT Budi Langgeng Persada menyepakati delapan tuntutan warga Perum Villa Kencana Cikarang terkait penanganan banjir di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.
INFO CIKARANG — Warga Perum Villa Kencana Cikarang (VKC) di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas persoalan banjir yang kerap melanda lingkungan mereka.
Dalam aksi itu, warga menyampaikan berbagai tuntutan, baik melalui spanduk maupun orasi menggunakan mobil komando.
Mereka mendesak pihak pengembang untuk segera mengambil langkah konkret agar banjir tidak terus berulang.
Tak berselang lama, manajemen developer PT Budi Langgeng Persada (BLP) datang ke lokasi dan melakukan dialog langsung dengan perwakilan warga.
Perwakilan pengembang, H Dadang, menyampaikan bahwa pihak developer telah menyepakati seluruh tuntutan warga yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Total terdapat delapan poin tuntutan yang telah disetujui dan akan segera ditindaklanjuti.
Adapun delapan tuntutan warga Perum Villa Kencana Cikarang tersebut meliputi:
1. Pembersihan sipon gorong-gorong di wilayah Desa Sukajadi
2. Penyediaan rumah pompa di titik-titik yang dibutuhkan
3. Perbaikan serta pembesaran gorong-gorong di sejumlah blok
4. Perbaikan jalan rusak akibat banjir
5. Ganti rugi materi dan nonmateri dampak banjir
6. Penyelesaian revitalisasi danau dan turap
7. Normalisasi serta perbaikan drainase perbatasan VKC dan Kali Pulo Sirih
8. Penyediaan penerangan jalan umum (PJU)
“Semua sudah kita sepakati. Dalam kurun waktu sekitar lima bulan ke depan, tinggal pelaksanaan di lapangan karena seluruh poin sudah diakomodir,” ujar H. Dadang di hadapan warga.
Ia menambahkan, pihak developer akan segera melakukan peninjauan lapangan terhadap seluruh poin tuntutan tersebut untuk selanjutnya disusun estimasi dan dilaporkan kepada pimpinan perusahaan.
“Besok semua poin akan kami tinjau, lalu kami buat estimasi untuk dilaporkan ke pimpinan kami,” jelasnya.
Menurutnya, banjir yang terjadi juga dipengaruhi faktor cuaca ekstrem serta kiriman debit air dari wilayah hulu menuju Sukadarma.
Namun, kapasitas saluran pembuangan yang terbatas membuat air mengalir lambat dan akhirnya menggenang di kawasan Perum Villa Kencana Cikarang.
H. Dadang berharap seluruh kesepakatan ini dapat terealisasi dengan baik sehingga ke depan tidak lagi terjadi peristiwa serupa yang merugikan warga.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar