Drainase Ambruk di Grand Cikarang Village Blok R, Dugaan Konstruksi Lemah Mengemuka
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Saluran drainase di Blok R Grand Cikarang Village ambruk dan menyisakan lubang di sisi jalan lingkungan, memicu kekhawatiran warga soal keselamatan.
INFO CIKARANG – Infrastruktur drainase di kawasan hunian Grand Cikarang Village kembali menjadi sorotan setelah saluran air di Blok R ambruk pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WIB.
Ambruknya struktur tersebut meninggalkan lubang cukup dalam di sisi jalan lingkungan dan memicu kekhawatiran serius soal keselamatan warga.
Pantauan di lokasi menunjukkan dinding saluran ambrol dan tanah di sekitarnya tergerus, memperlihatkan indikasi kegagalan struktur.
Kondisi itu dinilai berpotensi melebar apabila tidak segera dilakukan perbaikan permanen berbasis kajian teknis, bukan sekadar penanganan darurat.
Warga mempertanyakan kualitas konstruksi drainase yang seharusnya mampu menahan beban tanah dan debit air, terutama saat curah hujan tinggi.
Beberapa penghuni menilai insiden ini bukan sekadar faktor alam, melainkan patut diduga adanya kelemahan perencanaan maupun pengawasan pembangunan.
“Ini kawasan hunian, bukan proyek sementara. Kalau konstruksinya benar dan sesuai standar, seharusnya tidak mudah ambruk seperti ini,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Secara normatif, kewajiban penyediaan prasarana yang layak dan aman diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Regulasi tersebut menegaskan bahwa pengembang bertanggung jawab atas kualitas prasarana dasar sebelum diserahterimakan.
Selain itu, aspek keselamatan penghuni juga dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang menjamin hak atas rasa aman dalam menikmati barang dan/atau jasa.
Peristiwa ini memicu desakan agar pengembang tidak hanya melakukan perbaikan fisik, tetapi juga membuka secara transparan hasil evaluasi teknis penyebab ambruknya drainase.
Pemerintah daerah pun didorong melakukan audit konstruksi untuk memastikan tidak ada potensi kegagalan serupa di titik lain dalam kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan pukul 20.00 WIB, belum terdapat klarifikasi resmi dari pihak pengembang terkait penyebab pasti kerusakan maupun rencana perbaikan menyeluruh.
Sementara itu, warga berharap langkah konkret segera diambil sebelum kerusakan meluas dan menimbulkan korban.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar