Hari Ketiga Ramadhan, Ribuan Warga Kabupaten Bekasi Masih Bertahan di Tengah Banjir dan Longsor
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Warga Kabupaten Bekasi menjalani Ramadhan di lokasi pengungsian akibat banjir dan longsor yang masih melanda sejumlah wilayah.
INFO CIKARANG – Memasuki hari ketiga Ramadhan 1447 Hijriah, ujian masih dirasakan ribuan warga di Kabupaten Bekasi.
Banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem belum sepenuhnya berlalu, membuat sebagian masyarakat menjalani ibadah puasa dalam kondisi serba terbatas.
Meski genangan di beberapa wilayah mulai berangsur surut, ancaman bencana susulan masih membayangi, terutama di daerah pesisir dan kawasan dengan kontur tanah rawan longsor.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, hingga Sabtu (21/2/2026) pukul 17.00 WIB, tercatat 4.373 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi.
Peristiwa tersebut tersebar di 22 desa pada 9 kecamatan, dengan total 48 titik kejadian.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyebut penanganan darurat masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
“Di tengah Ramadhan, kami fokus memastikan warga terdampak tetap mendapat bantuan logistik dan tempat pengungsian yang layak agar ibadah puasa bisa tetap dijalankan,” ujarnya dikutip Minggu, (22/2/2026).
Wilayah utara Bekasi menjadi salah satu kawasan terparah. Di Desa Muarabakti, Kecamatan Muaragembong, ketinggian air dilaporkan mencapai 80 sentimeter, sementara di Desa Sukamekar genangan masih berada di kisaran 70 sentimeter.
Kondisi tersebut memaksa ratusan warga mengungsi dan menjalani sahur serta berbuka puasa di lokasi penampungan sementara.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, BPBD bersama Dinas Sosial dan relawan telah menyiagakan dapur umum di sejumlah titik.
Distribusi makanan, air bersih, serta kebutuhan harian lainnya terus dilakukan, terutama bagi kelompok rentan.
“Evakuasi dan assessment lapangan masih berjalan, khususnya bagi warga yang rumahnya terendam cukup tinggi,” tambah Dodi.
Selain banjir, Ramadhan tahun ini juga diwarnai ancaman longsor. BPBD mencatat sedikitnya 11 titik longsor, yang sebagian besar berada di wilayah berbukit, seperti Desa Sukamukti dan Sukabungah.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras turun menjelang waktu berbuka puasa maupun salat Tarawih.
Koordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan terus diperkuat guna mengantisipasi dampak lanjutan.
Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, warga Kabupaten Bekasi tetap berupaya menjalani Ramadhan dengan kesabaran.
Bagi mereka, puasa kali ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang bertahan dan saling menguatkan di tengah bencana.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar