Perempatan SGC Akhirnya Bersih, PKL Tak Lagi Kucing-kucingan Usai Penertiban Total
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kawasan perempatan SGC Cikarang Utara tampak bersih dan tertib usai penertiban PKL. Arus lalu lintas kini lebih lancar tanpa lapak di bahu jalan.
INFO CIKARANG — Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di perempatan SGC Cikarang Utara akhirnya benar-benar berhenti.
Sejak penertiban besar pada 16 Februari 2026, kawasan lampu merah strategis itu kini dipastikan steril dari lapak liar.
Hingga awal Maret 2026, tidak ditemukan lagi pedagang yang mencoba kembali berjualan secara sembunyi-sembunyi.
Praktik “kucing-kucingan” yang dulu kerap terjadi antara pedagang dan petugas kini tak terlihat lagi di lokasi tersebut.
Kepala UPTD Wilayah IV Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Hasyim Adnan, memastikan kondisi di lapangan terpantau aman dan tertib.
“Alhamdulillah sudah tidak ada pedagang yang kucing-kucingan. Kondisi di perempatan SGC sekarang aman dan steril,” ujar Hasyim dalam keterangannya dikutip Kamis, (5/3/2026).
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari pengawasan ketat yang terus dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi.
Patroli rutin digelar, terutama pada malam hari, untuk memastikan kawasan tetap bebas dari aktivitas jual beli liar yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
“Satpol PP masih patroli dan berjaga tiap malam. Kami diminta terus mengawasi agar kondisi tetap tertib,” katanya.
Penertiban pada pertengahan Februari lalu menjadi titik balik penataan kawasan tersebut.
Sebelumnya, perempatan SGC Cikarang Utara dikenal rawan macet akibat lapak darurat, gerobak, hingga tenda yang memanfaatkan bahu jalan dan area lampu merah.
Kini, wajah kawasan itu berubah. Arus kendaraan terpantau lebih lancar, trotoar kembali berfungsi, dan simpul lalu lintas utama dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Pemerintah daerah menegaskan penertiban ini bukan langkah sesaat, melainkan bagian dari penataan jangka panjang kawasan perkotaan.
Meski diakui menjaga konsistensi pasca penertiban bukan perkara mudah, sinergi antarinstansi diyakini mampu mempertahankan kondisi tertib.
“Kami ingin memastikan ini bukan hanya bersih seminggu atau dua minggu. Pengawasan akan terus berjalan agar tidak muncul kembali aktivitas yang melanggar,” tegas Hasyim.
Selain menertibkan, pemerintah juga mengarahkan para pedagang ke lokasi yang telah disiapkan agar tetap bisa berusaha tanpa melanggar aturan.
Langkah ini diharapkan menciptakan ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat luas.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar