Ramadhan Jadi Ujian Baru, Kabupaten Bekasi Hadapi Sampah 2.250 Ton per Hari
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Petugas dan relawan melakukan gotong royong membersihkan sampah saat kegiatan Korve Gerakan Indonesia ASRI di Kalimalang, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menjelang Ramadhan.
INFO CIKARANG — Lonjakan aktivitas masyarakat selama bulan Ramadhan turut berdampak pada meningkatnya volume sampah di Kabupaten Bekasi. Saat ini, produksi sampah di wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 3,3 juta jiwa itu mencapai 2.250 ton per hari, menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyebut rata-rata setiap warga menghasilkan sekitar 0,7 kilogram sampah per hari. Kondisi tersebut membuat upaya penanganan harus dilakukan secara ekstra, terlebih selama Ramadhan yang identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga.
“Setiap hari sampah sudah diangkut, tapi dengan jumlah penduduk yang padat, volumenya memang sangat besar. Kalau dihitung, sekitar 0,7 kilogram per orang per hari. Ini pekerjaan rumah yang tidak mudah,” ujar Asep dalam keterangannya dikutip Rabu (3/3/2026).
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan masih ditemukannya pembuangan sampah liar di sejumlah titik. Karena itu, selain mengandalkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah Tahun 2025, Pemkab Bekasi menegaskan akan memperketat penindakan terhadap pelanggaran.
“Kita akan tindak tegas masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Perda sudah ada, tinggal penegakannya yang diperkuat,” tegasnya.
Sebagai langkah tambahan, Pemkab Bekasi bersama unsur Forkopimda juga menyiapkan sayembara bagi warga yang melaporkan pelaku pembuangan sampah ilegal. Laporan yang terbukti benar akan diberikan apresiasi.
“Biasanya pembuangan liar terjadi malam hari atau menjelang subuh. Kalau ada masyarakat yang melihat dan melaporkan, akan kita tindak dan kita beri penghargaan,” kata Asep.
Ia turut mengapresiasi dukungan TNI dan Polri dalam penanganan sampah, terutama selama Ramadhan. Ke depan, operasi penertiban akan dilakukan secara gabungan, tidak hanya melibatkan perangkat daerah.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah daerah. Perlu kerja bersama seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat agar Kabupaten Bekasi tetap bersih dan nyaman selama Ramadhan,” tandasnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar