Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Tangis dan Kekecewaan Guru Agama Bekasi: Kuota Hilang, Nasib Terancam

Tangis dan Kekecewaan Guru Agama Bekasi: Kuota Hilang, Nasib Terancam

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
  • comment 0 komentar

Ilustrasi Guru Agama. /Foto: Istimewa

INFO CIKARANG – Ratusan guru agama di Kabupaten Bekasi melakukan unjuk rasa di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis, 23 Januari 2025. Aksi ini menjadi sorotan karena para guru membubuhkan stempel darah di kain putih sebagai simbol kekecewaan mereka.

Para guru tersebut merupakan peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 yang awalnya telah masuk dalam kuota formasi yang ditetapkan. Namun, kenyataan pahit mereka alami setelah kuota yang disiapkan justru digunakan oleh guru lain. Akibatnya, banyak guru agama yang gagal lolos dan bahkan terancam hanya menjadi pegawai paruh waktu, yang tidak sesuai dengan aturan.

Muhammad Unin selaku Ketua Forum Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi mengatakan, dia dan guru agama lainnya merasa sangat kecewa lantaran kuota yang sudah ada malah dipakai orang lain dan membuat mereka tidak lolos, dia menyebut hal ini membuat banyak guru menangis.

Unin, yang telah menjadi guru agama sejak 2004, mengungkapkan bahwa kuota guru Agama Islam di Kabupaten Bekasi sebenarnya mencapai 645 formasi. Namun, jumlah pendaftar membludak menjadi 813 orang. Masalah ini diduga terjadi karena ada guru kelas SD yang tidak memiliki ijazah S1 PGSD, tetapi memiliki ijazah S1 Agama. Karena sistem tidak memungkinkan mereka mendaftar di kuota guru kelas, mereka beralih ke kuota guru agama, sehingga kuota asli guru agama terpakai.

Kuota Tidak Merata, Protes Meluas

Masalah ini ternyata tidak hanya terjadi pada guru agama. Ruhiat, seorang guru IPS, juga merasakan hal serupa. Menurutnya, kondisi ini terjadi di enam kategori formasi guru yang dibuka pada seleksi PPPK 2024. Dia merasa khawatir akan dijadikan pegawai paruh waktu. Karena jika hal tersebut terjadi, maka jelas merugikan pihaknya.

Desakan untuk Pemkab Bekasi

Sekretaris FPHI, Misin Suhendra Harianto, mendesak PJ Bupati Bekasi untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Dia menyebut bahwa sistem yang digunakan jelas bermasalah. Pihaknya pun menginginkan solusi agar para guru yang seharusnya lolos dapat diakomodasi.

Para guru berharap masalah ini segera diselesaikan sebelum seleksi PPPK tahap II dimulai. Dengan begitu, kejadian serupa tidak terulang, dan hak para guru honorer dapat terpenuhi.

Catatan: Bagi pemerintah, perbaikan sistem seleksi menjadi kebutuhan mendesak agar distribusi kuota lebih adil dan transparan, demi menjaga kepercayaan para tenaga pendidik yang telah lama mengabdi.*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fakta Unik Menggugah Tentang Cikarang

    Fakta Unik Menggugah Tentang Cikarang

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    InfoCikarang.id – Fakta Unіk Mеnggugаh Tеntаng Cіkаrаng – Kаlі іnі gue реngеn sharing tentang salah ѕаtu wіlауаh yang ada dі Bеkаѕі. Selama іnі kan уаng sering kita dеngеr іtu bеrіtа-bеrіtа tentang Bеkаѕі, entah dari bullyan nеtіzеn atau bеrіtа-bеrіtа уаng bеrеdаr di mеdіа. Padahal, Bekasi punya salah ѕаtu wіlауаh уаng bisa dibilang mеnаrіk. Yар, wіlауаh yang […]

  • Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Awasi Dana Desa secara Real-Time, Ini Langkah Kejari

    Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Awasi Dana Desa secara Real-Time, Ini Langkah Kejari

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi baru saja meluncurkan aplikasi inovatif bernama Jaksa Garda Desa, Senin (20/01/2025). Acara ini digelar secara daring dari ruang Command Center di Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi. Acara tersebut dihadiri oleh Pj Bupati Bekasi Dedy Supriyadi, Kepala Kejaksaan Negeri Dwi Astuti Beniyati, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rahmat […]

  • Ledakan dan kebakaran terjadi di SPBE Cimuning, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam, dengan api setinggi tiga meter yang menyebar ke area sekitar.

    Kronologi Ledakan SPBE Cimuning Bekasi, Ternyata Begini Awalnya

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Ledakan disertai kebakaran terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam. Kobaran api dilaporkan mencapai ketinggian sekitar tiga meter dan menyebar ke area sekitar. Peristiwa ini diduga diawali oleh kebocoran gas sebelum ledakan SPBE Cimuning Bekasi, yang sempat tercium warga di sekitar lokasi. Seorang warga, Topik, mengatakan […]

  • 35 Bangunan Ludes Terbakar di Cikarang Timur, Diduga Korsleting Jadi Pemicu

    35 Bangunan Ludes Terbakar di Cikarang Timur, Diduga Korsleting Jadi Pemicu

    • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Raya Citarik Lama, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pada Kamis malam, 1 Mei 2025. Sebanyak 35 bangunan semipermanen hangus terbakar dalam insiden tersebut. Peristiwa kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 22.59 WIB. Proses pemadaman berlangsung hampir delapan jam dan baru berhasil dituntaskan pada Jumat pagi, 2 […]

  • Sat Narkoba Polres Metro Bekasi menggerebek kontrakan yang dijadikan gudang tramadol di Cikarang Utara dan Sukamanah. Tiga terduga pelaku diamankan bersama ribuan butir obat keras ilegal.

    Kontrakan Disulap Jadi Gudang Tramadol, Sat Narkoba Polres Metro Bekasi Amankan Ribuan Butir Obat Keras

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Praktik peredaran obat keras ilegal berkedok rumah kontrakan kembali terbongkar. Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi menggerebek dua lokasi berbeda dan mengamankan ribuan butir obat keras daftar G jenis tramadol, Selasa (24/2/2026). Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku beserta barang bukti obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin resmi. […]

  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan pernyataan tegas terkait larangan sekolah menahan ijazah siswa di Jawa Barat.

    Dedi Mulyadi Tegas! Sekolah di Jabar Dilarang Tahan Ijazah Siswa, Bantuan Bisa Dicabut

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan kebijakan tegas terkait dunia pendidikan di wilayahnya. Ia melarang seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk menahan ijazah siswa dengan alasan apa pun, termasuk tunggakan biaya pendidikan. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ijazah merupakan hak siswa yang wajib diberikan tanpa syarat. Kebijakan ini muncul sebagai respons […]

expand_less