SDN 03 Ciledug Setu Ditutup Dampak Tol Japek II Selatan, Wali Murid Terpaksa Jalan Kaki Kilometeran
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Proyek Tol Japek II Selatan berdampak pada pendidikan di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
INFO CIKARANG — Proyek strategis nasional Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan membawa harapan percepatan mobilitas.
Namun di sisi lain, pembangunan tersebut menyisakan persoalan serius bagi dunia pendidikan di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Sejak gedung SDN 03 Ciledug ditutup total akibat terdampak proyek tol, ratusan siswa terpaksa menjalani proses belajar mengajar di lokasi sementara, yakni SMPN 5 Ciledug.
Kebijakan ini berdampak langsung pada wali murid, terutama mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
Setiap hari, Senin hingga Sabtu, Amanda, wali murid kelas 1 SD, harus memulai rutinitas berat sejak pukul 11.09 WIB.
Dari rumahnya di sekitar Desa Tamansari, ia berjalan kaki sejauh kurang lebih 2,8 kilometer demi mengantar anaknya ke sekolah.
Dengan payung di tangan, Yuli memilih jalur alternatif melewati area pemakaman untuk mempersingkat jarak tempuh.
“Saya berangkat dari rumah jam sebelas lewat. Biasanya sampai sekolah jam dua belasan. Supaya cepat, saya lewat makam,” kata Amanda.
Perjalanan tersebut memakan waktu hingga 45 menit. Jarak dan tenaga yang terkuras membuat Amanda memilih bertahan di sekolah hingga jam pulang, ketimbang harus bolak-balik ke rumah.
“Kalau pulang lagi capek. Sekali jalan saja sudah lebih dari setengah jam. Jadi saya nunggu di sekolah sampai anak pulang jam setengah tiga,” tuturnya.
Cuaca menjadi tantangan terbesar bagi Amanda. Tanpa sepeda motor dan keterbatasan biaya, hujan berarti anaknya terpaksa tidak masuk sekolah.
Menurutnya, ojek memang menjadi solusi bagi sebagian wali murid lain. Namun tarif yang harus dibayar cukup memberatkan.
“Kalau naik ojek sekali jalan Rp15 ribu. Kalau langganan bisa sampai Rp350 ribu sebulan. Buat saya itu berat. Jadi kalau hujan, anak saya izin,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Bekasi, Hudaya, menyatakan bahwa proses belajar mengajar siswa SDN 03 Ciledug tetap berjalan normal meski menumpang di SMPN 5 Ciledug.
Ia menjelaskan, penggunaan gedung dilakukan dengan sistem bergantian.
“Pagi digunakan SMP, siang sampai sore digunakan SD. Tidak ada penumpukan siswa dan jumlah peserta didik per kelas tetap sesuai ketentuan,” ujarnya.
Terkait lokasi pengganti SDN 03 Ciledug, Hudaya menyebut proses penetapan lokasi (penlok) masih dalam tahap penilaian.
Meski demikian, operasional gedung lama SDN 03 Ciledug telah resmi ditutup seiring berjalannya proyek Tol Japek II Selatan.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar