Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Sering Picu Kemacetan dan Kesan Kumuh, 519 Lapak PKL Pasar Tumpah SGC Resmi Direlokasi Mulai 13 Februari 2026

Sering Picu Kemacetan dan Kesan Kumuh, 519 Lapak PKL Pasar Tumpah SGC Resmi Direlokasi Mulai 13 Februari 2026

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
  • comment 0 komentar
Petugas menertibkan PKL pasar tumpah SGC Cikarang Utara untuk mengurai kemacetan dan menata kawasan.

Petugas menertibkan PKL pasar tumpah SGC Cikarang Utara untuk mengurai kemacetan dan menata kawasan.

INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) pasar tumpah SGC Cikarang yang selama ini dinilai kerap memicu kemacetan dan kesan kumuh di jalan utama kawasan Cikarang Utara.

Penertiban tersebut dituangkan dalam Surat Imbauan Nomor 300.1.1/1054/Satpol.PP tentang Tertib Tempat Berjualan bagi PKL di Jalan Kapten Sumantri, Jalan RE Martadinata, serta depan Toko Ananda, Desa Cikarang Kota.

Surat yang ditandatangani Plt Bupati Bekasi dan tertanggal 10 Februari 2026 itu menegaskan bahwa para PKL tidak lagi diperkenankan berjualan di lokasi lama dan wajib berpindah ke halaman depan Pasar Baru Cikarang mulai Kamis, 13 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Relokasi PKL Pasar Tumpah SGC Sudah Disosialisasikan Bertahap

Kepala Bidang Ketertiban dan Ketentraman (Trantib) Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita, mengatakan relokasi PKL pasar tumpah SGC merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah terkait penataan kawasan jalan utama.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama TNI-Polri dan instansi terkait menyampaikan imbauan agar PKL tidak lagi berjualan di bahu jalan maupun trotoar. Lokasi relokasi sementara sudah disiapkan di depan Pasar Baru Cikarang,” ujar Ganda dalam keterangannya dikutip Kamis (11/2/2026).

Menurutnya, kebijakan ini bukan keputusan mendadak. Pemerintah daerah telah menggelar sejumlah rapat lintas perangkat daerah yang dipimpin langsung oleh Plt Bupati Bekasi, dilanjutkan dengan sosialisasi kepada pedagang, pemerintah desa dan kelurahan, hingga pengelola pasar.

“Kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi, membahas teknis relokasi dan penataan. Hari ini surat imbauan juga kami sampaikan secara tertulis kepada para pedagang,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pendataan Satpol PP bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, terdapat 519 lapak PKL dengan 223 pemilik yang akan direlokasi dari kawasan pasar tumpah SGC.

Data tersebut telah diverifikasi dan dijadikan dasar dalam proses penataan serta pengaturan lokasi baru.

Untuk memastikan kelancaran relokasi, Dinas Perdagangan juga telah melakukan simulasi penempatan lapak (plotting) di lokasi relokasi.

Bahkan, perwakilan pedagang telah diajak meninjau langsung lokasi baru dan menyepakati pembagian tempat berjualan.

“Secara teknis hampir maksimal. Penempatan sudah disesuaikan dengan permintaan pedagang,” ungkap Ganda.

Ganda menegaskan, penertiban PKL pasar tumpah SGC merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, yang melarang aktivitas berdagang di bahu jalan dan trotoar, terutama di jalan utama.

Pada hari pelaksanaan relokasi, petugas gabungan akan disiagakan penuh di lokasi lama. Selain itu, posko pengawasan akan didirikan dan dilakukan monitoring selama 10 hari ke depan.

“Pada 13 Februari pukul 19.00 WIB kami siagakan penuh. Jika masih ditemukan pelanggaran, akan ditindak sesuai ketentuan,” tegasnya.

Sanksi bagi pelanggar mengacu pada Perda Nomor 4 Tahun 2012, mulai dari sanksi administratif hingga tindakan yustisi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau seluruh PKL dan pengurus paguyuban agar mematuhi kesepakatan relokasi, demi menciptakan ketertiban umum, kenyamanan warga, serta kelancaran arus lalu lintas di kawasan Cikarang Utara.

“Pemerintah sudah memfasilitasi tempat baru. Kami berharap para pedagang memanfaatkan lokasi tersebut dan mematuhi ketentuan yang telah disepakati bersama,” pungkas Ganda.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Telaga Harapan menyuarakan penolakan rencana pembangunan underpass oleh Metland Cibitung.

    Penolakan Underpass Telaga Harapan Menguat, Warga Serahkan Dokumen Keberatan ke Plt Bupati Bekasi

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Penolakan warga Perumahan Telaga Harapan terhadap rencana pembangunan underpass oleh pengembang Metland Cibitung memasuki fase baru. Setelah berbulan-bulan bergulir di tingkat lingkungan, perlawanan warga kini resmi dibawa ke meja Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sekelompok warga yang tergabung dalam Tim 11 Telaga Harapan secara langsung menyerahkan dokumen keberatan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, […]

  • Plt Kepala DP3A Kabupaten Bekasi, Titin Patimah, saat memberikan keterangan terkait upaya perlindungan anak di ruang digital di Cikarang Pusat.

    Pemkab Bekasi Ajak Masyarakat Lindungi Anak di Ruang Digital

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat upaya perlindungan anak di era digital, menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola sistem elektronik untuk perlindungan anak, yang dikenal sebagai PP Tunas. Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi, Titin Patimah, menegaskan bahwa regulasi ini hadir sebagai respons […]

  • Aktivitas ASN di lingkungan Pemkab Bekasi mulai menerapkan skema Work From Home (WFH) secara bergiliran, tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

    WFH 50 Persen Mulai Diterapkan, Pemkab Bekasi Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menerapkan skema kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan memberlakukan Work From Home (WFH) hingga 50 persen. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait penyesuaian pola kerja di lingkungan pemerintahan. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengatakan penerapan WFH tidak berlaku untuk semua sektor. […]

  • Pemerintah Kabupaten Bekasi memulai percepatan pembangunan infrastruktur pascabanjir untuk memulihkan aktivitas masyarakat.

    Pemkab Bekasi Evaluasi Anggaran Usai Kritik DPRD, Perbaikan Infrastruktur Pascabanjir Jadi Priorita

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menyiapkan percepatan pembangunan infrastruktur pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah terdampak. Kerusakan infrastruktur akibat banjir dinilai cukup serius sehingga membutuhkan rekonstruksi segera untuk menunjang aktivitas masyarakat. Di tengah sorotan DPRD terkait arah kebijakan anggaran daerah, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memberi sinyal akan melakukan pergeseran anggaran […]

  • Warga Blendung Babelan Tantang Transparansi Polisi Terkait Kasus Obat Keras

    Warga Blendung Babelan Tantang Transparansi Polisi Terkait Kasus Obat Keras

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG– Kampung Blendung di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mendadak menjadi perhatian setelah pernyataan kontroversial dari Kapolsek Babelan. Dalam sebuah proses evakuasi terhadap penjual obat keras yang sempat menodongkan senjata tajam ke warga, Kapolsek menyatakan tidak ada barang bukti obat keras golongan G yang ditemukan. Namun, pernyataan ini langsung menuai respons keras […]

  • Pembunuhan di Cibarusah: Pelaku Mengaku Dihantui Usai Melakukan Aksinya!

    Pembunuhan di Cibarusah: Pelaku Mengaku Dihantui Usai Melakukan Aksinya!

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kasus pembunuhan penagih utang dan istri muda di Desa Sindangmulya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi tidak hanya menggemparkan warga, tetapi juga menyisakan cerita mistis. Pelaku yang telah mengakui perbuatannya mengungkapkan bahwa keluarganya sering mengalami kejadian gaib di rumahnya setelah insiden tersebut. Saat diperiksa oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa, pelaku tidak hanya menjelaskan […]

expand_less