Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Lumbung Pangan Kabupaten Bekasi Terendam Banjir, Hampir 4.000 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Lumbung Pangan Kabupaten Bekasi Terendam Banjir, Hampir 4.000 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

  • account_circle T.T
  • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
  • comment 0 komentar
Banjir di Kabupaten Bekasi merendam ribuan hektar sawah dan mengancam gagal panen petani.

Banjir di Kabupaten Bekasi merendam ribuan hektar sawah dan mengancam gagal panen petani.

INFO CIKARANG — Banjir besar yang melanda belasan kecamatan di Kabupaten Bekasi tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menghantam sektor strategis daerah.

Ribuan hektar sawah di wilayah utara Bekasi, yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan, kini terendam air dan terancam mengalami gagal panen (puso).

Wilayah utara Kabupaten Bekasi selama ini menjadi tulang punggung pasokan beras, tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga menyuplai daerah penyangga di sekitarnya.

Namun intensitas hujan tinggi yang memicu luapan sungai, ditambah buruknya sistem irigasi, membuat lahan pertanian terendam berhari-hari.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, total lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai 3.908,9 hektar. Sawah-sawah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, dengan tingkat genangan yang bervariasi.

Wilayah terdampak terparah meliputi:

Muaragembong

Tambelang

Cabangbungin

Sukawangi

Sukaraya

Pebayuran

Di beberapa titik, genangan bertahan hingga beberapa hari sehingga mengancam pertumbuhan padi, terutama tanaman yang baru memasuki masa tanam awal.

Seorang petani asal wilayah Sukawangi, Andu (43), menggambarkan kondisi yang dihadapi petani saat ini sebagai situasi serba sulit.

“Kalau hujan ya banjir, tapi kalau kemarau kering. Bingung jadinya. Irigasinya ini tolong dibenerin supaya normal lagi,” ujar Andu, Kamis (12/2).

Menurutnya, hujan sebenarnya menjadi berkah bagi petani. Namun saat air tak terkendali, sawah justru rusak dan produktivitas terancam.

Untuk menyelamatkan tanaman, petani terpaksa menambah pupuk agar padi tetap bertahan.

“Kalau enggak ditambah pupuk, tanamannya bisa mati. Apalagi yang baru nanam bibit, bisa habis semua,” katanya.

Sebelumnya, perwakilan petani dari wilayah utara mendatangi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja untuk menyampaikan keluhan terkait sawah yang terancam puso.

Khusus di Muaragembong, kondisi diperparah oleh banjir rob. Sawah tak hanya tergenang luapan sungai, tetapi juga air laut yang masuk ke area pertanian.

Menanggapi hal itu, Asep menyebut banjir besar kali ini dipengaruhi oleh siklus lima tahunan, meski ia mengakui sistem irigasi masih memerlukan pembenahan serius.

“Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Pendataan sudah kami lakukan dan penanganan sementara terus berjalan. Infrastruktur irigasi juga menjadi perhatian utama,” ujar Asep.

Bendungan Srengseng Hilir 0 Dikebut

Asep menjelaskan, saat ini pemerintah daerah tengah menyelesaikan Bendungan Srengseng Hilir 0 (BSH-0) di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung. Bendungan bernilai puluhan miliar rupiah ini dirancang untuk:

Mengaliri puluhan ribu hektar sawah di wilayah utara

Mengendalikan debit sungai

Menekan potensi banjir dan kekeringan

“Pekerjaan sempat terhambat cuaca dan banjir, tapi targetnya Maret sudah selesai dan bisa dioperasikan,” katanya.

Ia berharap bendungan tersebut menjadi solusi jangka menengah agar sawah tidak lagi kebanjiran saat musim hujan dan tetap mendapat air saat kemarau.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Bekasi juga menyiapkan pendampingan bagi petani yang terdampak banjir.

“Kami pastikan ada pendampingan agar jangan sampai gagal panen. Mulai dari pemulihan lahan sampai kebutuhan petani untuk tanam ulang,” tegas Asep.

Terpisah, Camat Pebayuran Hasyim Adnan mengatakan normalisasi saluran irigasi telah dimulai sejak akhir bulan lalu, khususnya di Saluran Sekunder (SS) Bendung Kedung Gede (BKG).

Sebanyak dua alat berat telah diterjunkan:

Excavator dari PJT II di titik BKG 16

Excavator dari DSDABMBK di titik BKG 26

Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari:

Kecamatan Pebayuran

Koramil dan Polsek Pebayuran

Pemerintah desa

BBWS Citarum

PJT II

Kementerian Pertanian

Masyarakat setempat

“Tujuannya pemulihan pasca banjir sekaligus mengoptimalkan kembali fungsi irigasi untuk pertanian,” kata Hasyim.

Ia berharap normalisasi dapat mencegah siklus banjir saat hujan dan kekeringan saat kemarau.

“Harapannya setelah musim hujan, petani tidak lagi khawatir sawahnya kebanjiran atau kering,” tandasnya.

  • Penulis: T.T

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modus Kejahatan Baru di Jatiasih: Preman Jalanan Beraksi di Tengah Jalan

    Modus Kejahatan Baru di Jatiasih: Preman Jalanan Beraksi di Tengah Jalan

    • calendar_month Sel, 31 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang netizen baru-baru ini membagikan video yang memperlihatkan dugaan aksi penyerangan oleh preman di kawasan Jatiwarna, Jatiasih, Kabupaten Bekasi. Video tersebut menunjukkan tiga orang pelaku yang menaiki satu motor dan memepet sebuah mobil. Kronologi Kejadian Pengendara mobil menceritakan bahwa insiden bermula ketika motor yang dikendarai ketiga preman itu melaju secara zigzag di […]

  • Pemkab Bekasi mengimbau masyarakat menyambut malam pergantian Tahun Baru 2026 secara aman, tertib, dan penuh makna.

    Sambut Tahun Baru 2026, Pemkab Bekasi Ajak Warga Isi Malam Pergantian Tahun dengan Kegiatan Positif dan Tertib

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menyambut malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara yang aman, tertib, dan penuh makna. Imbauan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Bupati Bekasi yang ditujukan kepada camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Bekasi. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum, […]

  • Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas saat menghadiri kegiatan resmi, di tengah polemik kuota haji yang disorot DPR RI.

    Gus Yaqut Klaim Siap Buka Semua di Pansus DPR, Tapi Pilih Jalankan Perintah Jokowi ke Prancis

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Alasan mangkirnya mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut dari panggilan Panitia Khusus (Pansus) DPR RI terkait polemik kuota haji akhirnya terungkap. Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo ikut terseret dalam cerita di balik keputusan tersebut. Fakta itu disampaikan Direktur Jaringan Moderat Islam, Islah Bahrawi, dalam perbincangan siniar Akbar Faizal […]

  • Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Cikarang Barat terungkap setelah korban akhirnya bercerita ke keluarga. Peristiwa diduga berlangsung berulang sejak 2024.

    Terungkap Setelah Lama Diam, Anak 13 Tahun di Cikarang Barat Diduga Alami Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Sebuah kasus yang melibatkan anak di bawah umur mencuat di wilayah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Seorang remaja perempuan berusia 13 tahun, berinisial HA, diduga mengalami perlakuan tidak layak selama bekerja di sebuah usaha katering. Informasi yang beredar menyebutkan, korban mulai bekerja sejak 20 Agustus 2024. Sejak saat itu, ia menjalani aktivitas di […]

  • Heboh! Sopir Pikap di Palembang Dituduh Bawa Narkoba, Ternyata Hanya Angkut Pisang

    Heboh! Sopir Pikap di Palembang Dituduh Bawa Narkoba, Ternyata Hanya Angkut Pisang

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Media sosial kembali dihebohkan dengan video viral yang menampilkan aksi seorang oknum polisi memberhentikan paksa sopir pikap pengangkut pisang di depan pintu Tol Keramasan, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Insiden ini langsung menuai perhatian publik lantaran dalam video tersebut, polisi menuduh sang sopir membawa narkoba jenis sabu tanpa bukti yang jelas. Kronologi Kejadian […]

  • 102 Warga Laporkan Pemindaian Retina ke Worldcoin, Diskominfo Bekasi Buka Suara

    102 Warga Laporkan Pemindaian Retina ke Worldcoin, Diskominfo Bekasi Buka Suara

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bekasi diinformasikan telah menerima ratusan laporan masyarakat yang berkaitan dengan Worldcoin, di mana warga melakukan pemindaian retina melalui World App untuk kemudian mendapatkan uang. Sejak layanan pelaporan dibuka, sebanyak 102 laporan telah masuk dan terus dicatat oleh pihak berwenang. Ditegaskan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi […]

expand_less