Cara Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan 2026 Sesuai Fikih, Ini Penjelasannya
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ilustrasi mandi sebagai bentuk persiapan diri menyambut ibadah puasa Ramadhan 2026.
INFO CIKARANG — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual.
Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah apakah mandi sebelum puasa Ramadhan hukumnya wajib, atau hanya sekadar anjuran.
Di sejumlah daerah, tradisi mandi atau keramas pada malam terakhir bulan Syakban masih sering dilakukan.
Bahkan, tidak sedikit yang menganggap mandi besar menjadi syarat sah puasa Ramadhan. Padahal, dalam kajian fikih, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Hukum Mandi sebelum Puasa Ramadhan
Secara syariat, tidak ada dalil khusus yang mewajibkan mandi sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Artinya, mandi sebelum puasa Ramadhan bukan termasuk rukun puasa maupun syarat sah puasa.
Puasa tetap sah meskipun seseorang tidak mandi pada malam pertama Ramadhan, selama ia tidak berada dalam keadaan hadas besar.
Dengan demikian, mandi sebelum puasa Ramadhan hukumnya tidak wajib.
Meski begitu, sebagian ulama menyebutkan bahwa mandi sebelum Ramadhan dianjurkan (sunah) sebagai bentuk persiapan ibadah.
Tujuannya untuk menjaga kebersihan, kesegaran tubuh, serta kesiapan lahir dan batin dalam menjalani puasa dan ibadah malam.
Kapan Mandi Menjadi Wajib?
Mandi berubah menjadi wajib apabila seseorang berada dalam kondisi hadas besar. Beberapa keadaan yang mewajibkan mandi antara lain:
Setelah melakukan hubungan suami istri (jimak)
Keluarnya mani
Selesai haid
Selesai nifas
Melahirkan
Dalam kondisi tersebut, mandi wajib harus dilakukan sebelum menjalankan ibadah yang mensyaratkan kesucian, termasuk puasa dan salat.
Bacaan Niat Mandi Sunah sebelum Puasa Ramadhan
Jika mandi dilakukan sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan dan bukan karena hadas besar, berikut bacaan niat mandi sunah:
Arab:
نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hâdzihil lailati min Ramadhâna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat melaksanakan mandi sunah pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Niat ini dibaca dalam hati bersamaan dengan awal mengguyurkan air ke tubuh.
Niat Mandi Wajib atau Mandi Junub
Apabila mandi dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, berikut bacaan niat mandi wajib:
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ghusla liraf‘il hadatsil akbari lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Mandi Wajib sebelum Puasa Ramadhan
Tata cara mandi sebelum puasa Ramadhan pada dasarnya sama dengan mandi wajib atau mandi junub, dengan urutan sebagai berikut:
1. Membaca niat sesuai tujuan mandi
2. Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali
3. Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis
4. Berwudu seperti hendak salat
5. Mengguyur kepala tiga kali sambil menyela pangkal rambut
6. Mengguyur seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan, lalu kiri
7. Memastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat air
Setelah mandi, dianjurkan membaca doa sebagaimana doa setelah wudu.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar