Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Kenapa Masih Hujan Meski Sudah Masuk Kemarau? Simak Penjelasan Ahli BMKG

Kenapa Masih Hujan Meski Sudah Masuk Kemarau? Simak Penjelasan Ahli BMKG

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
  • comment 0 komentar

INFO CIKARANG – Meskipun sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, hujan justru masih kerap turun di malam hari. Fenomena ini menuai banyak perhatian warganet di platform media sosial seperti X (Twitter), terutama karena kondisi ini terjadi di saat cuaca siang terasa sangat panas.

Menurut penjelasan dari BMKG, kondisi ini merupakan karakteristik masa pancaroba atau peralihan musim dari hujan menuju kemarau. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan bahwa suhu siang hari yang menyengat diikuti hujan sore hingga malam hari disebabkan oleh ketidakstabilan atmosfer.

Dalam periode transisi ini, awan konvektif seperti cumulonimbus (Cb) cenderung terbentuk akibat pemanasan permukaan yang intens pada pagi dan siang hari. Awan-awan ini menjadi pemicu cuaca ekstrem seperti hujan deras, kilat atau petir, angin kencang, hingga hujan es.

Perkembangan Musim Kemarau 2025

Beberapa daerah seperti pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian Bali, NTB, dan NTT sudah mulai mengalami musim kemarau sejak April 2025. Sementara itu, daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian Kalimantan Selatan, serta selatan Papua mulai mengalami kemarau sejak Mei.

Wilayah Jabodetabek memiliki jadwal awal musim kemarau yang bervariasi. Di Jakarta Utara, Bekasi, dan Tangerang, kemarau diperkirakan mulai akhir April. Sedangkan Jakarta Selatan, Depok, dan sebagian Bogor baru akan memasuki kemarau antara akhir Mei hingga pertengahan Juni 2025.

BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem Masih Tinggi

Sub Koordinator Humas BMKG, Dwi Rini Endra Sari, menjelaskan bahwa Jabodetabek saat ini masih berada dalam masa pancaroba, yang ditandai dengan cuaca panas pada pagi-siang dan hujan intens di sore-malam hari.

Dalam sepekan ke depan, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, termasuk angin kencang hingga puting beliung. Karakteristik hujan pada masa ini cenderung tidak merata, tetapi bisa sangat lebat dan disertai petir.

Ancaman Iklim dan Krisis Air Bersih

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, memperingatkan bahwa tren pemanasan global semakin mengkhawatirkan. Data 2024 mencatat suhu rata-rata nasional sebesar 27,52°C, dengan kenaikan anomali +0,81°C dibanding periode normal. Ini menjadi alarm serius terhadap perubahan iklim yang berdampak pada bencana seperti banjir dan kekeringan.

Dwikorita menyoroti bahwa Indonesia menghadapi tantangan ketimpangan distribusi air: berlimpah saat hujan, tetapi sangat minim saat musim kemarau. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya restorasi sungai dan teknologi pemanenan air hujan sebagai solusi jangka panjang menghadapi krisis air.

“Jika tidak ditangani serius, masyarakat terutama di wilayah rawan kekeringan akan semakin sulit mendapatkan akses air bersih,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di masa transisi ini. Adaptasi terhadap perubahan iklim harus dilakukan secara serius melalui kolaborasi berbagai pihak: pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Manajemen air yang berkelanjutan dan berbasis data menjadi kunci untuk mengurangi risiko jangka panjang.*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri PPPA Tekankan Perlindungan Menyeluruh untuk Anak Korban Kekerasan Seksual di Bekasi

    Menteri PPPA Tekankan Perlindungan Menyeluruh untuk Anak Korban Kekerasan Seksual di Bekasi

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak sebagai korban dan pelaku kembali mengemuka di Kota Bekasi, Jawa Barat. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada anak-anak yang terdampak. Dalam keterangan resminya pada Rabu, 11 Juni 2025, Arifah […]

  • Penyerangan di Jalan Raya Hankam Jatiwarna, Polisi Bekasi Kejar Pelaku

    Penyerangan di Jalan Raya Hankam Jatiwarna, Polisi Bekasi Kejar Pelaku

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan aksi penyerangan terhadap seorang pengendara mobil di Jalan Raya Hankam, Jatiwarna, Kota Bekasi, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram, tiga pria yang berboncengan di satu sepeda motor terlihat membuntuti sebuah mobil, menggebrak kaca, dan mencoba membuka pintu kendaraan secara paksa. Kronologi […]

  • Aktivitas pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi terdampak pemadaman listrik. Sejumlah usaha mengaku mengalami penurunan produktivitas dan potensi kerugian akibat gangguan pasokan listrik.

    Listrik Padam Ganggu Aktivitas Warga dan UMKM di Kabupaten Bekasi, Pelaku Usaha Mengaku Merugi

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gangguan pasokan listrik tersebut disebut menghambat berbagai aktivitas produktif, mulai dari pekerjaan, kegiatan belajar, hingga operasional usaha. Warga mengaku kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari ketika listrik padam, terutama bagi mereka […]

  • Mayat bayi ditemukan mengapung di Kali CBL, Cibitung.

    Warga Cibitung Geger, Mayat Bayi Ditemukan Mengapung di Kali CBL

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Warga Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat bayi yang mengapung di aliran Kali CBL, tepatnya di wilayah Desa Muktiwari, Kamis (25/12/2025). Jasad bayi tersebut ditemukan di belakang sebuah rumah makan di kawasan Muktiwari. Kondisinya diduga baru saja dilahirkan, lantaran masih terdapat tali pusar yang menempel pada tubuh bayi malang […]

  • Banjir Bekasi: 61 Ribu Warga Hadapi Bencana Besar, Puluhan Desa Terendam

    Banjir Bekasi: 61 Ribu Warga Hadapi Bencana Besar, Puluhan Desa Terendam

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Dalam beberapa hari terakhir ini Kabupaten Bekasi tengah menghadapi salah satu bencana terparah dalam sejarah. Banjir yang melanda selama tiga hari terakhir telah mengubah kehidupan puluhan ribu warga seolah menjadi sebuah tantangan survival. Menurut data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat 61.648 warga terdampak banjir, dengan 48.207 di antaranya terpaksa mengungsi. Bencana […]

  • Jembatan Yapin Bekasi Ambruk: Sudah Lama Bolong, Kini Tak Bisa Dilalui

    Jembatan Yapin Bekasi Ambruk: Sudah Lama Bolong, Kini Tak Bisa Dilalui

    • calendar_month Sel, 10 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Jembatan Yapin di Bekasi akhirnya ambruk setelah sekian lama dibiarkan dalam kondisi rusak. Lubang-lubang yang sebelumnya menghiasi jembatan ini tidak pernah diperbaiki hingga akhirnya tak mampu lagi menopang beban, menyebabkan akses dari Setu ke Serang Baru terputus. Kini, jembatan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, memaksa kendaraan besar memutar jauh untuk […]

expand_less