Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Rambutan Kian Langka di Pasaran, Pakar IPB Ungkap Penyebab Produksi Menurun

Rambutan Kian Langka di Pasaran, Pakar IPB Ungkap Penyebab Produksi Menurun

  • account_circle T.T
  • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
  • comment 0 komentar
Produksi rambutan akhir 2025 menurun akibat faktor iklim dan pertimbangan ekonomi petani, ungkap pakar IPB Prof. Sobir.

Produksi rambutan akhir 2025 menurun akibat faktor iklim dan pertimbangan ekonomi petani, ungkap pakar IPB Prof. Sobir.

INFO CIKARANG – Pernah merasa buah rambutan semakin sulit ditemukan di pasar tradisional maupun toko buah? Padahal, biasanya rambutan menjadi salah satu buah musiman yang mudah dijumpai menjelang akhir tahun.

Fenomena “menghilangnya” rambutan dari pasaran ini ternyata bukan sekadar perasaan konsumen, melainkan memang terjadi secara nyata.

Pakar buah tropika dari IPB University, Prof. Sobir, mengungkapkan bahwa penurunan produksi rambutan sepanjang akhir 2025 dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting, mulai dari kondisi iklim hingga pertimbangan ekonomi petani.

“Ada tiga penyebab utama yang mempengaruhi minimnya produksi rambutan tahun ini,” ujar Prof. Sobir, dikutip dari laman resmi IPB University, Jum’at (9/1/2026).

Cuaca Tak Ideal Ganggu Siklus Berbunga

Faktor pertama berkaitan dengan kondisi iklim sepanjang 2025 yang ditandai fenomena kemarau basah.

Kondisi ini membuat proses induksi pembungaan rambutan tidak berjalan optimal.

Menurut Prof. Sobir, tanaman rambutan seperti halnya banyak tanaman buah tropis lainnya. Membutuhkan periode kering selama dua hingga empat minggu agar dapat berbunga dengan baik.

“Dalam kondisi normal, rambutan mulai berbunga pada awal musim hujan sekitar Oktober hingga November, lalu dipanen pada Desember. Namun tahun ini, pola cuaca tidak mendukung siklus alami tersebut,” jelasnya.

Curah hujan yang tinggi dan merata sepanjang tahun membuat tanaman sulit memasuki fase stres air yang justru dibutuhkan untuk merangsang pembungaan.

Siklus Berbuah Dua Tahunan

Penyebab kedua adalah sifat alami tanaman rambutan yang dikenal dengan istilah biannual bearing.

Artinya, tanaman cenderung berbuah lebat pada satu tahun, lalu mengalami penurunan produksi pada tahun berikutnya.

Hal ini terjadi karena cadangan energi hasil fotosintesis terkuras saat panen besar di musim sebelumnya.

Akibatnya, pada musim berikutnya, kemampuan tanaman untuk menghasilkan buah menjadi lebih terbatas.

“Setelah panen besar, tanaman butuh waktu untuk memulihkan cadangan energinya. Kalau tidak, produksi di tahun selanjutnya pasti menurun,” kata Prof. Sobir.

Nilai Ekonomi Jadi Pertimbangan Petani

Faktor ketiga justru datang dari sisi ekonomi. Prof. Sobir mengungkapkan bahwa nilai jual rambutan yang relatif rendah membuat sebagian petani atau pemilik pohon memilih untuk tidak memanen buah ketika jumlahnya sedikit.

“Bukan hanya pohonnya yang berkurang, tapi sering kali buah dibiarkan begitu saja di pohon karena dianggap tidak ekonomis untuk dipanen,” ujarnya.

Biaya tenaga kerja, distribusi, dan perawatan kerap tidak sebanding dengan harga jual rambutan di pasaran, terutama ketika hasil panen tidak melimpah.

Masih Ada Harapan Musim Berikutnya

Meski produksi rambutan menurun, Prof. Sobir menilai kondisi ini tidak bersifat permanen.

Ia menegaskan bahwa produksi rambutan sangat bergantung pada pola cuaca.

Jika ke depan terjadi periode kemarau yang lebih jelas dan cukup kering, potensi pembungaan dan produksi rambutan bisa kembali meningkat.

Optimisme ini juga diperkuat oleh proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG memperkirakan sekitar 94,7 persen wilayah Indonesia pada 2026 akan mengalami curah hujan tahunan dalam kategori normal, dengan kisaran 1.500 hingga 4.000 milimeter per tahun.

Sementara sekitar 5,1 persen wilayah lainnya diprediksi berada pada kategori atas normal.

Dengan kondisi tersebut, produksi rambutan diharapkan bisa kembali pulih dan buah yang identik dengan rasa manis segar serta kulit berambut itu kembali mudah dijumpai di pasaran.

  • Penulis: T.T

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan angkot jurusan Cikarang–Sukatani terjadi di Jalan Pilar Blokang, depan Perumahan Taman Karangbahagia, melibatkan dua motor dan satu mobil pick-up.

    Angkot K18 Oleng di Blokang, Diduga Sopir Tak Sadarkan Diri hingga Tabrak Sejumlah Kendaraan

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kecelakaan melibatkan angkutan kota (angkot) jurusan Cikarang–Sukatani terjadi di Jalan Pilar Blokang, depan Perumahan Taman Karangbahagia, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 22.15 WIB. Dalam insiden ini, angkot K18 menabrak dua unit sepeda motor serta satu mobil pick-up yang tengah terparkir di pinggir jalan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kendaraan tiba-tiba bergerak tidak terkendali dan […]

  • Pj. Bupati Dani Ramdan Letakkan Batu Pertama Masjid Mutiara Gading City

    Pj. Bupati Dani Ramdan Letakkan Batu Pertama Masjid Mutiara Gading City

    • calendar_month Sab, 20 Apr 2024
    • account_circle Kurniawan
    • 0Komentar

    InfoCikarang.id – Pj. Bupati Dani Ramdan menghadiri langsung kegiatan peletakan batu pertama Pembangunan Masjid Mutiara Gading City, di Kecamatan Tarumajaya pada Jum’at (19/4/2024) Seperti dikutip dalam website bekasikab.go.id, akan ada tiga rumah ibadah antar umat beragama yang dibangun dalam lokasi yang sama. “Alhamdulillah ini yang kedua setelah di Jababeka kita rilis Taman Religi ada enam […]

  • Wartawan Gelar Aksi di Depan Polsek Cikarang Pusat, Tuntut Hentikan Kekerasan Terhadap Jurnalis

    Wartawan Gelar Aksi di Depan Polsek Cikarang Pusat, Tuntut Hentikan Kekerasan Terhadap Jurnalis

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sejumlah wartawan dari berbagai media menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (3/9/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap salah satu wartawan saat menjalankan tugas jurnalistiknya. Dalam aksi tersebut, para jurnalis membentangkan berbagai spanduk […]

  • Ade Kuswara Kunang bantah libatkan PDI Perjuangan di sidang Pengadilan Tipikor Bandung.

    Mantan Bupati Bekasi Bantah Libatkan Partai dalam Kasus Dugaan ‘Ijon Proyek’

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa pengusaha Sarjan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (15/4/2026). Dalam persidangan tersebut, mantan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang kembali dihadirkan sebagai saksi, didampingi ayahnya, HM Kunang. Bantah Libatkan Partai Ade dengan tegas membantah adanya keterkaitan antara perkara yang menjeratnya dengan PDI Perjuangan. Ia […]

  • Genangan banjir setinggi betis orang dewasa menutup Jalan KH Fudholi, Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, membuat pengendara motor terpaksa mendorong kendaraannya, Kamis (29/1/2026).

    Banjir Rendam Jalan KH Fudholi Karang Asih Cikarang Utara, Ketinggian Air Capai Betis Orang Dewasa

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    Banjir merendam Jalan KH Fudholi, Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/1/2026), dengan ketinggian air mencapai betis orang dewasa dan mengganggu arus lalu lintas. INFO CIKARANG — Jalan KH Fudholi yang berada di wilayah Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan terendam banjir hingga setinggi betis orang dewasa pada Kamis (29/1/2026). […]

  • Kombes Pol Sumarni, representasi kepemimpinan perempuan di Bekasi.

    Mengenal Kombes Pol Sumarni, Wajah Baru Kepemimpinan di Polres Metro Bekasi

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Momentum Hari Ibu tahun ini menjadi pengingat akan peran perempuan dalam ruang-ruang strategis, termasuk di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Di Kabupaten Bekasi, sosok Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. hadir sebagai representasi kepemimpinan perempuan yang tegas sekaligus mengedepankan nilai kemanusiaan. Sejak dilantik sebagai Kapolres Metro Bekasi pada pertengahan Desember 2025, Kombes Pol […]

expand_less