Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Isu Pocong ‘Jadi-jadian’ Hebohkan Warga Sukatani, Polisi Pastikan Hoaks

Isu Pocong ‘Jadi-jadian’ Hebohkan Warga Sukatani, Polisi Pastikan Hoaks

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
  • comment 0 komentar

Foto: Ilustrasi/Istimewa

INFO CIKARANG – Warga Kampung Kempes, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi sempat dihebohkan dengan isu kemunculan pocong ‘jadi-jadian’ yang dikaitkan dengan peristiwa hilangnya uang warga. Isu tersebut viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Untuk meredam keresahan, Polsek Sukatani bersama perangkat desa, tokoh agama, dan masyarakat melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Pengecekan dipimpin oleh Kapolsek Sukatani AKP Indratno, didampingi Kanit Intelkam Aipda Fauzan, Bhabinkamtibmas Bripka Pujianto, Briptu Guntur, serta tokoh masyarakat setempat.

Hasil klarifikasi di lapangan menyatakan bahwa informasi mengenai penampakan pocong tersebut tidak benar.

“Dengan pengecekan ini, Polsek memastikan situasi di wilayah Desa Sukamulya dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif,” kata AKP Indratno melalui akun Instagram @humaspolresmetrobekasi, Jumat (3/10).

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Senada dengan itu, tokoh agama setempat, Ustaz Warna, menegaskan bahwa isu pocong tersebut hanyalah kabar yang dibesar-besarkan. Sementara itu, Ketua RT setempat, Nalih, juga menyampaikan bahwa warga yang sempat mengaku kehilangan uang sudah memberikan klarifikasi: uangnya tidak hilang dan tidak ada kaitannya dengan isu pocong.

Dengan demikian, pihak kepolisian memastikan isu pocong ‘jadi-jadian’ di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani hanyalah hoaks, dan kondisi di wilayah tersebut aman terkendali.*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi sepeda motor yang mengalami kerusakan parah setelah menghantam bagian belakang truk di Jalan Raya Pantura Cikarang Barat, tepat di seberang Polsek Cikarang Barat.

    Motor Hantam Belakang Truk di Pantura Cikarang Barat, Pengendara Terluka dan Kendaraan Ringsek

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Pantura Cikarang, tepatnya di seberang Polsek Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (25/7/2026). Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian pengguna jalan dan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang beredar, kecelakaan melibatkan sebuah sepeda motor dengan sebuah truk. Pengendara sepeda motor diduga menabrak bagian belakang truk saat melintas […]

  • Orang Tua Meradang, Pungli di SMAN 2 Cibitung Diduga Berkedok Sumbangan

    Orang Tua Meradang, Pungli di SMAN 2 Cibitung Diduga Berkedok Sumbangan

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kasus dugaan pungli di SMAN 2 Cibitung terus berlanjut dan mendapat perhatian luas. Ronald Sinaga, yang aktif mengadvokasi masalah ini, mengungkapkan melalui media sosialnya bahwa ia telah bertemu langsung dengan para siswa dan orang tua. Pertemuan tersebut semakin menguatkan tekad mereka untuk menuntaskan kasus yang mencuat karena dugaan pembayaran studi kampus sebesar […]

  • Bus nekat melawan arah di Jalan Jarakosta, Cikarang Barat, Kamis (29/1/2026), di tengah kemacetan panjang.

    Bus Melawan Arah di Jalan Jarakosta Cikarang Barat Picu Kemacetan Panjang

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Sebuah bus nekat melawan arah di Jalan Jarakosta, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditambah kemacetan lalu lintas cukup panjang, pada Kamis (29/1/2026). Berdasarkan informasi dari warga sekitar, bus tersebut melaju dari arah berlawanan di ruas jalan yang memiliki arus lalu lintas padat. Aksi bus melawan arah itu membuat kendaraan dari […]

  • Aktivitas distribusi paket Makan Bergizi Gratis di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari program prioritas pemerintah tahun 2026.

    APBN 2026 Alokasikan Rp470,46 Triliun untuk Pendidikan, MBG Dominasi Anggaran

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah resmi telah menetapkan anggaran pendidikan sebesar Rp470,46 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Porsi terbesar dari anggaran tersebut dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi tulang punggung kebijakan pendidikan dan kesehatan nasional. Program MBG dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan dirancang untuk menjangkau 82,9 […]

  • Pelaku penipuan lowongan kerja, Ata Supriadi alias Surya (46), diringkus jajaran Polsek Cikarang Pusat.

    Pria di Cikarang Pusat Ditangkap Usai Tipu Lowongan Kerja, Polisi: Korban Kemungkinan Bertambah

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Seorang pria bernama Ata Supriadi alias Surya (46) diringkus jajaran Polsek Cikarang Pusat setelah diduga melakukan penipuan berkedok lowongan pekerjaan. Pelaku ditangkap usai sejumlah korban melapor karena merasa dirugikan secara materil maupun emosional. Foto pelaku yang dibagikan pihak kepolisian menunjukkan Surya diamankan di Mapolsek Cikarang Pusat. Dalam keterangannya, pihak kepolisian menyebut tidak […]

  • Warga Kampung Babakan, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, mengantre bantuan air bersih setelah sumur di rumah mereka mengering akibat musim kemarau.

    Warga Kampung Babakan Rela Tempuh Beberapa Kilometer demi Air Bersih, Sumur Mengering Akibat Kemarau

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kabupaten Bekasi. Di Kampung Babakan, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, puluhan keluarga terpaksa menempuh beberapa kilometer untuk mendapatkan air bersih setelah sumur di rumah mereka mengering. Bahkan, sebagian warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga […]

expand_less