Dapur Umum MBG Wajib Punya Ahli Gizi, BGN Perluas Kualifikasi Tenaga Profesional
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Kam, 4 Des 2025
- comment 0 komentar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menekankan pentingnya kehadiran tenaga ahli gizi sebagai syarat utama dalam menjalankan dapur umum untuk program MBG.
CIKARANG INFO — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa keberadaan tenaga ahli gizi adalah syarat mutlak bagi operasional dapur umum dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak bisa berjalan tanpa tiga pilar utama: ahli gizi, akuntan, dan Kepala SPPG.
“Tiga pilar utama program Makanan Bergizi Gratis harus lengkap. Tanpa salah satunya, SPPG tidak bisa berfungsi optimal,” ujar Dadan dalam keterangannya dikutip Kamis (4/12/2025).
Kesulitan Tenaga Ahli Gizi di Lapangan
Hingga saat ini, tenaga ahli gizi di SPPG mayoritas direkrut dari lulusan Sarjana Gizi.
Namun, meningkatnya kebutuhan layanan di lapangan menyebabkan banyak SPPG kesulitan mendapatkan tenaga profesional yang cukup, sehingga terjadi persaingan untuk merekrut lulusan yang tersedia.
Untuk menjawab tantangan ini, BGN memperluas kualifikasi yang diperbolehkan mengisi posisi ahli gizi.
Kini, selain Sarjana Gizi, posisi ini bisa diisi oleh lulusan dari beberapa program studi lain, seperti:
- Sarjana Kesehatan Masyarakat
- Sarjana Teknologi Pangan
- Sarjana Pengolahan Makanan
- Sarjana Keamanan Pangan
“Dengan kebijakan ini, kesempatan lebih luas terbuka bagi lulusan lima program studi. Meski begitu, prioritas tetap pada lulusan gizi,” jelas Dadan.
Implementasi di Lapangan
Di SPPG Halim Perdanakusuma yang bernama ‘Dapur Sehat Anak Bangsa’, misalnya, menu MBG yang disiapkan terdiri dari ayam teriyaki, sayur buncis, nasi, dan pisang.
Kehadiran ahli gizi di dapur ini memastikan menu yang disajikan bergizi seimbang dan aman dikonsumsi masyarakat.
Dengan dukungan tenaga profesional yang memadai, BGN menargetkan SPPG dapat menyalurkan Makanan Bergizi Gratis secara optimal kepada masyarakat.
Saat ini, program MBG sudah menyentuh lebih dari 47 juta penerima melalui 16.503 SPPG di seluruh Indonesia.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar