Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Sejak Kapan Tidak Boleh Potong Kuku Kurban 2026? Begini Penjelasan Lengkapnya

Sejak Kapan Tidak Boleh Potong Kuku Kurban 2026? Begini Penjelasan Lengkapnya

  • account_circle T.T
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
Umat Muslim yang hendak berkurban dianjurkan tidak memotong kuku dan rambut sejak 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban selesai disembelih.

Umat Muslim yang hendak berkurban dianjurkan tidak memotong kuku dan rambut sejak 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban selesai disembelih.

INFO CIKARANG – Menjelang Idul Adha 2026, banyak umat Muslim mulai mencari tahu berbagai sunnah yang dianjurkan bagi orang yang hendak berkurban.

Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah soal larangan memotong kuku dan rambut sebelum hewan kurban disembelih.

Tak sedikit yang masih bingung kapan aturan tersebut mulai berlaku, apakah hukumnya wajib, hingga bagaimana jika seseorang terlanjur memotong kuku sebelum hari penyembelihan.

Padahal, anjuran ini memiliki dasar hadis yang cukup kuat dan menjadi salah satu sunnah yang banyak dijaga umat Islam setiap memasuki bulan Dzulhijjah.

Bagi umat Muslim yang berniat melaksanakan ibadah kurban, dianjurkan untuk tidak memotong kuku maupun rambut sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban selesai disembelih.

Untuk Idul Adha 2026, awal Dzulhijjah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh sekitar 18 atau 19 Mei 2026, tergantung hasil sidang isbat pemerintah.

Artinya, sejak malam pertama Dzulhijjah, orang yang berniat berkurban dianjurkan mulai menahan diri dari:

memotong kuku,

mencukur rambut,

mencabut bulu tubuh.

Anjuran ini berlaku sampai proses penyembelihan hewan kurban selesai dilakukan.

Dalil Larangan Potong Kuku Sebelum Kurban

Anjuran tersebut berasal dari hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim:

“Jika telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya hingga selesai berkurban.”

Hadis ini menjadi dasar utama mengapa banyak umat Islam memilih tidak memotong kuku dan rambut menjelang Idul Adha.

Kenapa Orang Berkurban Dianjurkan Tidak Potong Kuku?

Para ulama menjelaskan bahwa sunnah ini berkaitan dengan bentuk penghambaan dan kesiapan spiritual dalam menyambut ibadah kurban.

Meski tidak sama dengan ihram haji, orang yang berkurban dianjurkan menjaga rambut dan kukunya sebagai simbol ketundukan kepada Allah SWT.

Selain itu, amalan ini juga dianggap sebagai latihan untuk:

menahan diri,

meningkatkan ketakwaan,

memperkuat kesadaran ibadah,

serta menghidupkan kembali semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS.

Apakah Hukumnya Haram?

Soal hukum memotong kuku sebelum kurban, para ulama memiliki perbedaan pendapat.

Sebagian ulama berpendapat hukumnya haram bagi shohibul kurban karena terdapat larangan langsung dalam hadis. Namun sebagian lainnya menilai hukumnya sunnah atau makruh.

Meski berbeda pandangan, mayoritas ulama sepakat bahwa meninggalkan potong kuku dan rambut merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi orang yang hendak berkurban.

Jika Terlanjur Potong Kuku, Apakah Kurban Batal?

Banyak orang khawatir ibadah kurbannya tidak sah jika lupa atau tidak sengaja memotong kuku sebelum penyembelihan.

Namun para ulama menjelaskan bahwa kurban tetap sah dan tidak perlu mengulang ataupun mengganti hewan kurban.

Jika seseorang:

lupa,

belum mengetahui sunnahnya,

atau tidak sengaja memotong kuku,

maka hal tersebut tidak membatalkan ibadah kurban.

Kapan Boleh Potong Kuku Lagi?

Orang yang berkurban diperbolehkan kembali memotong kuku dan rambut setelah hewan kurbannya selesai disembelih.

Jika penyembelihan dilakukan pada Hari Raya Idul Adha, maka setelah itu kuku sudah boleh dipotong seperti biasa. Namun jika penyembelihan dilakukan di hari tasyrik, maka anjuran tersebut berlaku sampai kurban selesai dilaksanakan.

Sunnah Lain di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Selain menjaga kuku dan rambut, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak ibadah selama 10 hari pertama Dzulhijjah, seperti:

puasa Dzulhijjah,

puasa Arafah,

memperbanyak takbir,

membaca Al-Qur’an,

bersedekah,

dan memperbanyak doa.

Hari-hari tersebut dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk meningkatkan amal ibadah.

  • Penulis: T.T

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gas Elpiji 3 Kg Jadi Barang Langka, Pedagang Kecil di Cikarang Terancam Tak Bisa Jualan

    Gas Elpiji 3 Kg Jadi Barang Langka, Pedagang Kecil di Cikarang Terancam Tak Bisa Jualan

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sejak 1 Februari 2025, para pengecer sudah secara resmi dilarang untuk menjual gas elpiji 3 kg oleh pemerintah. Keputusan ini diambil dengan alasan menertibkan distribusi subsidi agar tepat sasaran. Namun, kebijakan ini malah bikin warga Bekasi kelimpungan! Di sejumlah kecamatan, seperti Cikarang Barat, Cikarang Pusat, dan Cikarang Utara, warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan […]

  • Nekat Terobos Pengawalan, Warga Sukawangi Minta Keadilan ke Gubernur Jabar

    Nekat Terobos Pengawalan, Warga Sukawangi Minta Keadilan ke Gubernur Jabar

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang warga Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Irma Erpianah, nekat menerobos pengawalan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, demi meminta keadilan atas kematian adiknya yang masih menjadi misteri hingga kini. Irma ingin meminta bantuan langsung kepada gubernur terkait kasus kematian adik kandungnya, Saman Fadilah, yang ditemukan tewas di aliran irigasi di depan rumahnya empat […]

  • Warga Cikarang membuat ketupat, lepet, dan pesor dalam tradisi Kekunutan pada malam ke-15 Ramadhan.

    Tradisi Kekunutan di Cikarang Saat Malam ke-15 Ramadhan, Warga Masak Ketupat hingga Pesor

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Memasuki malam ke-15 Ramadhan, sebagian warga di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, masih melestarikan tradisi yang dikenal dengan sebutan Kekunutan. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai penanda pertengahan bulan puasa atau yang sering disebut sebagai Nisfu Shaum. Pada momen tersebut, warga biasanya memasak berbagai makanan khas berbahan dasar beras, seperti ketupat, lontong, lepet, hingga […]

  • Menu MBG saat class meeting SDN Karang Baru 02 menuai keluhan.

    Menu MBG Saat Class Meeting SDN Karang Baru 02 Cikarang Utara Dikeluhkan Murid dan Orang Tua

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Program Makanan Bergizi (MBG) yang dibagikan selama kegiatan class meeting di SDN Karang Baru 02, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menuai keluhan dari murid dan orang tua siswa. Keluhan tersebut beredar luas melalui pesan tertulis dan foto yang dibagikan di media sosial serta grup percakapan warga. Dalam unggahan tersebut, tertulis permintaan agar […]

  • Terjadi Kecelakaan di Rengas Bandung, Bekasi: Jalan Rusak Jadi Biang Kerok?

    Terjadi Kecelakaan di Rengas Bandung, Bekasi: Jalan Rusak Jadi Biang Kerok?

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Pantura, Rengas Bandung, Bekasi, tepat di depan PT Bulog, pada Selasa malam (11/2/2025) sekitar pukul 19.45 WIB. Korban mengalami luka-luka, namun hingga saat ini identitasnya belum diketahui. Polisi dari unit laka lantas sudah berada di lokasi untuk menangani kejadian ini. Seorang saksi mata yang […]

  • Truk sampah DLH Kota Bekasi tergelincir di Simpang Pekayon.

    Truk Sampah DLH Kota Bekasi Terguling di Depan Pakuwon Mall, Sopir Luka-luka

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sebuah truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengalami kecelakaan tunggal di depan Pakuwon Mall, Simpang Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, Jumat (2/1/2025). Insiden tersebut menyebabkan sopir truk mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menjelaskan bahwa kendaraan yang terguling merupakan armada UPTD Bekasi Utara […]

expand_less